TIMETODAY.ID, JAKARTA — Aturan baru soal pengelolaan sampah di Malaysia memunculkan pemandangan tak biasa di ruang-ruang publik. Sejak awal 2026, sebagian warga terlihat membawa kantong sampah kecil, bahkan menyimpan bungkus makanan atau tisu bekas di saku mereka. Kebiasaan sederhana ini dilakukan demi satu tujuan: tidak membuang sampah sembarangan.
Perubahan perilaku tersebut seiring diberlakukannya kebijakan nasional mulai 1 Januari 2026 di bawah Solid Waste and Public Cleansing Management Act 2007. Aturan ini memperketat sanksi bagi pelanggar kebersihan lingkungan di ruang publik.
Dalam undang-undang tersebut, siapa pun yang membuang sampah secara tidak bertanggung jawab dapat dikenai denda hingga 2.000 ringgit atau sekitar Rp 6,6 juta, serta hukuman kerja sosial hingga enam bulan. Pelanggar juga diwajibkan membersihkan area publik dengan total waktu kerja maksimal 12 jam.
Meski demikian, kebiasaan membawa kantong sampah pribadi ternyata sudah lebih dulu dipraktikkan sebagian warga, jauh sebelum aturan resmi diberlakukan. Aisha Mohd Yusof (39), misalnya, mengaku sejak kecil terbiasa menyimpan sampah kering dalam kantong plastik kecil hingga menemukan tempat sampah.
Kini, Aisha memilih menggunakan kantong kecil lipat yang bisa digantung di gantungan kunci agar lebih praktis dibawa ke mana pun. Kebiasaan itu juga ia tularkan kepada kedua putrinya sebagai bagian dari pendidikan menjaga kebersihan sejak dini.
Praktik serupa dilakukan Tan (63), yang memasang tempat sampah mini di mobil pribadinya. Ia memilih menyimpan sampah sementara ketimbang membuangnya sembarangan saat berkendara.
“Biasanya saya akan mencari tempat sampah di tempat umum, namun saat saya tak menemukan, saya simpan dulu sampah di saku atau kotak kecil yang saya bawa daripada membuangnya keluar jendela,” ujarnya, dikutip dari The Straits Times.
Fenomena membawa kantong sampah kecil hingga menyimpan sampah di saku mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat Malaysia terhadap kebersihan lingkungan. Aturan yang tegas berpadu dengan kebiasaan sehari-hari perlahan membentuk disiplin baru—bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari tindakan paling sederhana.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































