
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Latihan plank dikenal sebagai salah satu gerakan penguatan otot inti paling populer di dunia kebugaran. Gerakannya sederhana, tanpa alat khusus, namun efektif melibatkan otot perut, punggung bawah, hingga pinggul. Tak heran, plank sering direkomendasikan untuk meningkatkan stabilitas tubuh dan postur, yang penting dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, seiring bertambahnya usia, muncul pertanyaan yang cukup sering diajukan: apakah plank aman dilakukan oleh lansia? Perubahan fisik seperti penurunan massa otot, kepadatan tulang, serta masalah sendi membuat latihan tertentu perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.
Plank dan manfaatnya untuk tubuh
Plank termasuk latihan isometrik, yaitu latihan yang menahan posisi tertentu tanpa banyak gerakan sendi. Berbeda dengan sit-up atau crunch, plank tidak menekankan gerakan fleksi tulang belakang berulang, sehingga relatif lebih ramah bagi punggung.
Latihan ini telah lama dikenal mampu meningkatkan kekuatan otot inti, stabilitas, serta keseimbangan tubuh. Otot inti yang kuat berperan penting dalam menjaga postur dan mencegah jatuh, risiko yang kerap meningkat pada usia lanjut.
Apakah plank aman untuk semua usia?
Secara umum, plank dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia karena mudah dimodifikasi. Pada lansia, plank bahkan berpotensi memberikan manfaat tambahan jika dilakukan secara tepat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan plank terprogram selama beberapa minggu pada lansia dapat meningkatkan kapasitas respirasi, daya tahan otot inti, hingga fungsi tubuh secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa plank bukan hanya aman, tetapi juga bermanfaat bila dilakukan sesuai kemampuan individu.
Meski demikian, keamanan plank tetap bergantung pada kondisi fisik masing-masing orang. Lansia dengan masalah punggung bawah kronis, gangguan sendi, atau kelemahan otot signifikan perlu pendekatan khusus agar latihan tetap aman.
Kondisi yang perlu ekstra hati-hati
Tidak semua lansia disarankan langsung melakukan plank standar. Kondisi seperti osteoporosis lanjut, nyeri punggung akut, cedera bahu, atau masalah pergelangan tangan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.
Kunci utama dalam melakukan plank adalah menjaga postur tubuh tetap lurus dari kepala hingga kaki, tanpa membebani punggung bawah atau bahu secara berlebihan.
Modifikasi plank yang lebih aman untuk lansia
Agar tetap mendapatkan manfaat tanpa risiko cedera, plank bisa dilakukan dengan beberapa modifikasi berikut:
- Wall plank: dilakukan sambil berdiri dan menahan tubuh ke dinding, beban jauh lebih ringan.
- Knee plank: lutut menyentuh lantai untuk mengurangi tekanan pada punggung dan bahu.
- Forearm plank rendah: mengurangi tekanan pada pergelangan tangan.
Durasi juga sebaiknya dimulai singkat, sekitar 10–15 detik per set, lalu ditingkatkan secara bertahap sesuai perkembangan kekuatan tubuh.
Kesimpulan
Plank bisa menjadi latihan yang aman dan bermanfaat bagi lansia jika dilakukan dengan teknik yang benar dan modifikasi yang sesuai. Latihan ini berpotensi meningkatkan kekuatan inti, keseimbangan, hingga kualitas hidup di usia lanjut.
Dengan memulai secara perlahan, menyesuaikan dengan kondisi tubuh, serta berkonsultasi bila memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu, plank dapat menjadi bagian dari rutinitas kebugaran yang mendukung tubuh tetap aktif dan stabil seiring bertambahnya usia. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































