
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat desa sebagai bagian dari penanganan persoalan persampahan secara menyeluruh.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni dengan menyalurkan 40 unit bak motor (baktor) roda tiga pengangkut sampah ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Agus Budi, mengatakan baktor tersebut diberikan kepada desa-desa terpilih di 40 kecamatan, dengan mempertimbangkan kinerja terbaik dalam pengelolaan sampah.
“Pemkab Bogor hibahkan baktor sampah ke desa-desa di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor,” ujar Agus kepada wartawan, Senin, (29/12/2025).
Ia menjelaskan, keberadaan baktor diharapkan dapat membantu pemerintah desa maupun masyarakat dalam menangani timbulan sampah sejak dari sumbernya.
“Sampah menjadi salah satu persoalan di semua kabupaten dan kota, kami di bawah arahan Pak Bupati Bogor mencoba menanggulangi persoalan sampah mulai dari desa atau hulu,” ucapnya.
“Sehingga, sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga bisa tereduksi dengan diawali pengolahan dari bawah,” sambungnya.
Selain bantuan sarana, DLH Kabupaten Bogor juga telah melakukan penyuluhan serta bimbingan teknis terkait pengelolaan sampah di setiap kecamatan.
“Jika dikelola dengan baik, mulai dari pengambilan, pemilahan dan pengelolaan sampah, tentu sampah bisa membawa keuntungan bagi si pengelola,” tuturnya.
Ke depan, DLH Kabupaten Bogor berencana membentuk Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT, RW, desa dan kelurahan, serta Bank Sampah Induk (BSI) di tingkat kecamatan.
“Tujuannya agar tercipta kolaborasi yang baik dan saling menguntungkan antar masyarakat dan pemerintah,” paparnya.
Agus menambahkan, apabila pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dapat berjalan optimal, maka volume sampah Kabupaten Bogor yang mencapai 2.880 ton per hari dapat ditekan dan tidak seluruhnya dibuang ke TPAS Galuga.
Ia menilai kondisi TPAS Galuga saat ini sudah melebihi kapasitas. Dengan pengolahan dari sumbernya, beban pengangkutan sampah menggunakan truk juga dapat dikurangi.
“Nanti Pemkab dan Pemkot Bogor mendapatkan prioritas untuk pembangunan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPAS Galuga, DLH Kabupaten Bogor juga berkolaborasi dengan produsen semen untuk membuat Refuse Derived Fuel (RDF),” bebernya.
“Sampah yang sudah terpilah di tingkat desa tinggal kami teruskan untuk berbagai program energi terbarukan, yang terpenting saat ini kami mengapresiasi inisiatif Pemdes dan masyarakat desa mau mengelola sampah dari bawah,” tutup dia.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































