Masalah Bola Mati Menghantui Liverpool, Van Dijk Akui Perlu Perbaikan Serius

liverpool
Bola mati jadi titik lemah Liverpool musim ini. Virgil van Dijk menegaskan latihan intensif jadi kunci untuk memperbaiki rapuhnya pertahanan The Reds. Foto: Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Liverpool menghadapi pekerjaan rumah besar di Premier League musim ini. Salah satu kelemahan paling mencolok The Reds adalah buruknya antisipasi bola mati, yang kerap berujung petaka bagi gawang mereka.

Hingga pekan terkini, Liverpool sudah kebobolan 12 gol dari situasi bola mati. Jumlah tersebut hampir setengah dari total 26 gol yang bersarang di gawang mereka di liga. Catatan ini membuat Liverpool menjadi salah satu tim dengan rekor terburuk dalam menghadapi bola mati, sejajar dengan Bournemouth dan Nottingham Forest.

Masalah ini kembali terlihat pada laga terakhir kontra Wolverhampton Wanderers, ketika Santiago Bueno mencetak gol lewat skema sepak pojok. Sebelumnya, saat menghadapi Tottenham Hotspur, Liverpool juga kebobolan setelah Richarlison memanfaatkan kegagalan lini belakang The Reds menghalau bola dari tendangan sudut.

Advertisement
Baca Juga :  Antoine Semenyo Menggoda Raksasa Inggris: MU Siap Tancap Gas, City Mengintai di Tengah Ketidakpastian Guardiola

Ironisnya, Liverpool tak hanya rapuh dalam bertahan, tetapi juga minim kontribusi dari bola mati saat menyerang. Dengan mengecualikan penalti, mereka baru mampu mencetak tiga gol dari skema tersebut sepanjang musim.

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, tak menutup mata terhadap persoalan ini. Bek asal Belanda itu menilai masalah bola mati harus segera dibenahi demi menjaga konsistensi tim.

“Sudah ada banyak pertandingan di mana kami bertahan dengan sangat baik saat menghadapi bola mati. Tapi faktanya kami kebobolan terlalu banyak gol dari situasi itu dan kami juga tidak mencetak cukup banyak gol,” ujar Van Dijk, dikutip dari BBC.

Menurut Van Dijk, masalah utama kerap muncul pada fase kedua setelah duel awal. “Saya akan bilang setidaknya 75 persen, atau bahkan lebih, itu bukan soal kontak pertama. Fase kedua lah yang jadi pembunuh,” jelasnya.

Baca Juga :  Kendalikan Harga Pangan, Pemkab Bogor Resmikan Program Saung Inflasi

Ia pun menepis anggapan bahwa masalah ini berkaitan dengan mental pemain. “Apakah ini soal mental? Saya harap tidak. Kalau itu ada di kepala Anda, maka ini jadi masalah. Secara pribadi, ini bukan di kepala saya,” tegasnya.

Van Dijk menegaskan satu-satunya jalan keluar adalah kerja keras di lapangan latihan. “Kami sudah bertahan dari banyak bola mati dengan sangat baik, tapi kami kebobolan terlalu banyak gol seperti itu dan itu menyakitkan. Kami harus memperbaikinya. Latihan adalah satu-satunya cara,” tutupnya. (MG7)

 

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel