
TIMETODAY.ID, JAKARTA —Upaya penguatan perlindungan sosial bagi korban bencana di Sumatra kembali dibahas pemerintah. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menemui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyampaikan usulan kenaikan bantuan jaminan hidup (Jadup) bagi warga terdampak bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Ipul mengusulkan agar besaran bantuan Jadup dinaikkan menjadi Rp15.000 per orang per hari. Usulan ini dinilai penting sebagai bagian dari penanganan dan pemulihan pascakedaruratan bencana di Sumatra, melengkapi bantuan darurat, bantuan pengisian perabotan rumah, serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak.
“Permensos lama itu sejak tahun 2015, ada revisi tahun 2020, nilainya (Jadup) tetap sama, besarnya tetap sama yaitu Rp10.000,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, nilai bantuan tersebut dinilai sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Karena itu, Kemensos mengajukan usulan kenaikan dengan perhitungan yang masih terus dimatangkan bersama kementerian terkait.
“Maka kami mengusulkan besarnya ini dinaikkan dari Rp10.000 ke berapa nanti yang sekarang sedang hitung, dan kita akan menghitung dengan Kementerian Kesehatan,” sambungnya.
Gus Ipul menegaskan, bantuan Jadup diberikan per individu sehingga dapat dimanfaatkan secara langsung oleh penerima, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian.
“Misalnya ini misalnya jangan salah tulis lagi, misalnya nanti Rp15.000 per orang per hari. Untuk membeli lauk-pauk,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika dihitung dalam sebulan, nilai bantuan tersebut mencapai Rp450.000 per orang. “Kalau Rp15.000 kali sebulan berapa berarti itu nanti? Rp450.000 per bulannya. Jadi untuk membeli lauk-pauk,” kata Gus Ipul.
Menurutnya, usulan kenaikan bantuan ini masih dalam proses pengajuan di internal Kementerian Sosial agar dapat diakomodasi oleh Kementerian Keuangan dalam perencanaan anggaran tahun depan. Bantuan direncanakan disalurkan dalam bentuk tunai per individu.
Terkait mekanisme penyaluran, data penerima manfaat akan menggunakan data tunggal hasil asesmen bersama antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemensos, dan pemerintah daerah.
“Jadi datanya tunggal ya, diasesmen, dilakukan pendataan oleh Pemerintah Daerah dan BNPB, kami juga ikut mendata, dan data ini digunakan bersama,” ujar Gus Ipul.
Selain membahas bantuan Jadup, pertemuan Gus Ipul dan Purbaya juga menyinggung alokasi anggaran penanganan kebencanaan yang disalurkan melalui Kemensos. Dukungan tersebut mencakup logistik, penyediaan dapur umum, hingga pengerahan sumber daya manusia seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana).
“Mulai dari dukungan logistik, kemudian penyediaan dapur umum, lalu juga pengerahan SDM seperti Tagana misalnya. Dan juga kita mendukung pada saat pascakedaruratan, pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelasnya.
Pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Kemensos juga menyiapkan bantuan tambahan berupa pengisian perabotan rumah senilai Rp3 juta per keluarga terdampak.
“Pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi, kita memberikan beberapa dukungan. Yang ini melengkapi dukungan-dukungan dari BNPB dan juga Kementerian yang lain,” kata Gus Ipul.
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































