
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjelang libur akhir tahun, isu cuaca dan potensi bencana kembali menjadi perhatian pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Teuku Faisal Fathani di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).
Informasi pertemuan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet Indonesia, Selasa (23/12/2025).
Dalam pertemuan itu, pembahasan difokuskan pada perkembangan kondisi cuaca nasional selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
“Salah satu bahasannya adalah mengenai prakiraan curah hujan dan kondisi cuaca selama masa libur akhir tahun,” tulis akun @sekretariat.kabinet.
BMKG, lanjut unggahan tersebut, terus melakukan pemantauan intensif serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah modifikasi cuaca, terutama untuk mencegah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi yang tidak terkendali di wilayah Sumatra, khususnya daerah-daerah yang rentan dan terdampak bencana.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025), Prof. Teuku Faisal telah menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai dinamika atmosfer yang tengah mengelilingi wilayah Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat satu siklon dan dua bibit siklon yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca nasional.
Siklon pertama adalah Siklon Bakung yang berkembang di wilayah barat daya Lampung. BMKG mencatat siklon tersebut mengalami penguatan dari kategori 1 menjadi kategori 2, meskipun pergerakannya menjauh dari wilayah Indonesia. Sebagai catatan, kategori siklon paling berbahaya berada pada level 5.
Selain itu, BMKG juga mendeteksi keberadaan bibit siklon 93S yang berada di wilayah selatan Bali, Nusa Tenggara, hingga Jawa Timur. Bibit siklon lainnya, yakni 95S, teridentifikasi baru muncul di wilayah selatan Papua.
“Keberadaan siklon dan bibit siklon ini meningkatkan kondisi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, serta gelombang tinggi di perairan sekitarnya,” kata Teuku Faisal.
Kondisi tersebut menjadi dasar bagi BMKG dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam memastikan keselamatan masyarakat selama masa libur akhir tahun yang identik dengan mobilitas tinggi dan aktivitas di wilayah rawan cuaca ekstrem.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































