Waspada Phishing, Empat Aplikasi Ini Bisa Cek Link Berbahaya

phishing
ilustrasi phishing. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kasus penipuan digital dengan modus tautan palsu atau phishing terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Pelaku memanfaatkan berbagai saluran, mulai dari pesan singkat, email, hingga media sosial, untuk menjebak korban.

Dalam praktiknya, pelaku menyebarkan link yang tampak menyerupai situs resmi. Tautan tersebut digunakan untuk mencuri data pribadi, mengambil alih akun, hingga mengakses informasi keuangan korban tanpa disadari.

Untuk meminimalkan risiko, pengguna internet disarankan tidak sembarangan mengklik tautan dan terlebih dahulu memeriksa keamanannya. Sejumlah aplikasi dan layanan daring kini dapat dimanfaatkan untuk membantu memastikan apakah sebuah link aman atau berbahaya.

Advertisement

Berikut empat layanan yang dapat digunakan untuk mengecek keaslian tautan:

  1. Google Transparency
    Layanan ini memungkinkan pengguna memeriksa keamanan sebuah situs dengan memasukkan tautan yang mencurigakan. Google Transparency akan menampilkan apakah situs tersebut pernah terdeteksi mengandung malware, phishing, atau aktivitas berbahaya lainnya, berdasarkan sistem keamanan Google yang diperbarui secara berkala.
  2. Safe Web Norton
    Safe Web Norton menganalisis reputasi situs berdasarkan laporan global dan mampu mendeteksi indikasi phishing, spam, serta ancaman siber. Penilaian keamanan disusun dari basis data Norton serta kontribusi laporan komunitas pengguna.
  3. Whois
    Melalui Whois, pengguna dapat melihat detail registrasi domain sebuah situs, seperti identitas pemilik, lokasi server, dan tanggal pembuatan domain. Domain yang baru dibuat atau memiliki informasi tidak jelas patut diwaspadai karena kerap digunakan dalam aksi penipuan.
  4. Scam Checker DANA
    Dompet digital DANA menyediakan fitur Scam Checker yang dapat diakses melalui menu DANA Protection. Fitur ini memungkinkan pengguna memeriksa tautan, nomor ponsel, akun media sosial, hingga nomor rekening yang mencurigakan. Layanan tersebut membantu memverifikasi apakah pihak yang menghubungi pengguna benar-benar terkait dengan DANA.
Baca Juga :  Komdigi Dorong Pelindungan Anak di Dunia Digital Jadi Gerakan Nasional

Hasil pengecekan Scam Checker juga terintegrasi dengan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sehingga pengguna dapat melihat riwayat pelaporan apabila suatu nomor atau akun pernah terindikasi penipuan.

Apabila suatu nomor atau akun terbukti terkait dengan praktik penipuan, pengguna juga dapat langsung mengajukan laporan melalui fitur tersebut. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat proses pengaduan sekaligus membantu mencegah jatuhnya korban baru.

Baca Juga :  Waspada! Penipuan Berbasis AI Diprediksi Jadi Ancaman Utama di Tahun 2025

Dengan semakin maraknya modus penipuan digital, langkah preventif seperti pengecekan tautan sebelum bertransaksi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data dan keuangan pribadi di ruang digital.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel