Fenomena Perceraian Figur Publik, Pakar Ingatkan Pentingnya Komunikasi Sejak Dini

perceraian
ilustrasi surat perceraian . Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — perpisahan pasangan Raisa dan Hamish Daud, publik Indonesia dikejutkan dengan kabar retaknya rumah tangga politikus Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Fenomena ini kembali membuka diskusi soal penyebab perceraian yang kerap terjadi, tidak hanya di kalangan selebritas, tetapi juga masyarakat luas.

Sejumlah pengacara perceraian menilai kurangnya komunikasi masih menjadi faktor paling dominan dalam runtuhnya sebuah pernikahan.

Jackie Combs, pengacara perceraian di firma hukum Blank Rome, menyebut masalah komunikasi kerap berkelindan dengan persoalan keuangan.

Advertisement

Menurut Combs, perbedaan pandangan terkait pengelolaan keuangan sering kali memicu konflik yang berlarut-larut dalam rumah tangga.

“Seringkali, masalahnya ada pada keuangan. Bisa terlihat seperti Anda tidak selaras dalam hal kebiasaan belanja. Bisa terlihat seperti Anda tidak selaras dalam hal anggaran atau rencana menabung,” ujar Combs, dikutip dari CNBCindonesia.com.

Baca Juga :  BMKG Beberkan Penyebab Hujan Deras yang Kembali Landa Jakarta

Ia mencontohkan, konflik dapat muncul dari hal-hal sederhana, seperti satu pihak terbiasa membeli kopi mahal setiap pagi di kafe, sementara pasangan lainnya memilih berhemat dengan membuat kopi di rumah.

Selain keuangan, perbedaan nilai-nilai inti dalam hubungan juga kerap menjadi sumber pertengkaran, mulai dari cara membesarkan anak hingga prioritas aktivitas dalam kehidupan berumah tangga.

Senada, pengacara perceraian selebritas Laura Wasser menyebut kurangnya kemampuan berkomunikasi sejak awal hubungan sering menjadi penyebab utama kegagalan pernikahan.

Ia menilai banyak pasangan tidak membangun kebiasaan komunikasi saat hubungan berjalan baik, sehingga kesulitan menghadapi masalah ketika konflik muncul.

“Karena Anda tidak mengembangkan keahlian komunikasi ketika semuanya berjalan baik, maka ketika semuanya tidak berjalan baik, Anda cenderung tidak memiliki kemampuan atau sarana untuk membahasnya,” kata Wasser.

Baca Juga :  Sidang Cerai Memanas! Baim Wong Siap Bongkar Bukti Video

Wasser menyarankan pasangan untuk membicarakan berbagai keputusan hidup sejak dini, termasuk soal pendidikan anak hingga kemungkinan tinggal bersama orang tua di masa tua.

Pandangan serupa disampaikan pengacara hukum keluarga Padideh Jafari. Ia menganjurkan pasangan untuk melakukan percakapan jujur sebelum menikah, termasuk membahas kondisi keuangan, nilai agama, hingga kemungkinan membuat perjanjian pranikah.

Menurut Jafari, pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti jumlah utang pasangan, pandangan soal agama, dan kesiapan menghadapi tantangan finansial perlu dibicarakan secara terbuka sejak awal.

Pada akhirnya, para ahli sepakat bahwa komunikasi yang sehat dan terbuka menjadi fondasi utama dalam mempertahankan pernikahan. Dengan komunikasi yang baik, pasangan dinilai lebih mampu menghadapi berbagai badai yang datang dalam kehidupan rumah tangga.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel