Awas! Ini Titik-Titik yang Akan Dijaga Ketat di Bogor Saat Nataru

Puncak
ILUSTRASI : Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, Kamis (3/4/2025). Polisi memberlakukan rekayasa one way dari Jakarta menuju Puncak serta sistem ganjil genap untuk mengurai kemacetan. Foto : Dok. timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Dua lokasi strategis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan mendapat pengawasan ekstra ketat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Tempat-tempat ibadah, khususnya gereja, dan kawasan wisata Puncak menjadi prioritas utama pengamanan yang melibatkan Polres, Kodim, Satpol PP, hingga perangkat kecamatan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid, menegaskan pengamanan berlapis akan diterapkan untuk memastikan momen pergantian tahun berlangsung aman dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

Cecep menegaskan bahwa pengamanan Nataru kali ini akan melibatkan seluruh elemen keamanan secara terkoordinasi. Mulai dari Kepolisian Resort (Polres), Komando Distrik Militer (Kodim), hingga perangkat kecamatan akan dimobilisasi secara masif.

Advertisement

“Untuk Natal dan Tahun Baru, seperti biasa melalui Kapolres, Dandim, termasuk unsur lainnya seperti Satpol PP, kita akan sama-sama mengamankan wilayah, termasuk koordinasi hingga tingkat kecamatan,” ujar Cecep, Jumat (12/12/2025).

Pendekatan holistik ini, menurut Cecep, diperlukan mengingat kompleksitas tantangan pengamanan yang tidak hanya bersifat teknis keamanan, tetapi juga menyangkut aspek sosial, kemasyarakatan, dan regulasi daerah.

Salah satu fokus utama pengamanan adalah tempat-tempat peribadatan, khususnya gereja-gereja yang akan menyelenggarakan misa Natal. Cecep menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi umat yang merayakan hari raya keagamaan mereka.

Baca Juga :  Wabup Bogor Tinjau Jembatan Ambruk di Rumpin, Janjikan Pembangunan Permanen

“Tempat-tempat peribadatan harus kita awasi dan yakinkan bahwa masyarakat dapat tenang melaksanakan ibadah Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menjamin kebebasan beribadah sekaligus menjaga ketertiban umum. Pengamanan di rumah-rumah ibadah akan dilakukan secara diskret namun intensif, melibatkan personel berseragam maupun petugas intelijen.

Selain aspek keamanan fisik, pihak Satpol PP juga akan memastikan tidak ada gangguan terhadap aktivitas peribadatan, mulai dari pengaturan lalu lintas di sekitar gereja hingga pencegahan potensi kerusuhan.

Kawasan Puncak, destinasi wisata andalan Kabupaten Bogor, menjadi area yang mendapat perhatian ekstra. Wilayah dengan topografi berbukit ini secara konsisten menjadi tujuan wisatawan saat libur panjang, termasuk momen pergantian tahun.

“Puncak merupakan tempat yang memang diinisiasi oleh Pemkab Bogor. Dengan Natal dan Tahun Baru, tentunya banyak wisatawan yang masuk ke Puncak. Semua pemangku kepentingan, termasuk Polres, Dandim, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, kita antisipasi semuanya bergerak, termasuk dari sektor pariwisata,” jelas Cecep.

Baca Juga :  Okupansi Hotel di Kabupaten Bogor Naik 15 Persen Saat Libur Nataru

Menurutnya, antisipasi di Puncak mencakup beberapa dimensi. Pertama, pengendalian arus kendaraan untuk mencegah kemacetan parah yang kerap terjadi pada musim liburan. Kedua, pengawasan terhadap potensi pelanggaran, seperti parkir liar, pedagang kaki lima yang tidak berizin, hingga kegiatan yang mengganggu ketertiban.

Ketiga, aspek lingkungan juga menjadi perhatian. Lonjakan pengunjung seringkali berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah. Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dimaksudkan untuk memastikan kebersihan kawasan tetap terjaga.

Tidak kalah penting, sektor pariwisata juga dilibatkan untuk memastikan pelaku usaha mematuhi aturan, terutama terkait tarif, standar pelayanan, dan kapasitas penginapan.

Cecep menegasakan pentingnya kesamaan persepsi di antara seluruh pihak yang terlibat. Dalam konteks pengamanan yang melibatkan banyak instansi, sinkronisasi menjadi kunci keberhasilan.

“Semua harus menyamakan persepsi terkait dengan suksesnya pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di Puncak dan wilayah Kabupaten Bogor pada umumnya,” tutupnya.

Meski Cecep tidak merinci secara spesifik jumlah personel yang akan diturunkan atau titik-titik pos pengamanan, pola yang diterapkan tahun ini tampaknya merupakan penyempurnaan dari skema tahun-tahun sebelumnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel