TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali merosot di hadapan rupiah pada pembukaan perdagangan Kamis (10/12/2025). Setelah The Federal Reserve (The Fed) kembali memangkas suku bunga acuannya, pasar langsung merespons dengan pelemahan dolar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Pagi ini, data Bloomberg mencatat dolar AS berada di level Rp 16.647 pada pukul 09.09 WIB, turun 41 poin atau 0,25%. Saat dibuka, mata uang Paman Sam sempat berada di Rp 16.675, sebelum perlahan tergelincir ke kisaran Rp 16.600-an.
Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga menunjukkan tren pelemahan di banyak negara. Meski sempat menguat 0,12% terhadap dolar Australia, performanya merosot terhadap mayoritas mata uang utama lainnya:
- Melemah 0,06% terhadap euro
- Minus 0,05% terhadap dolar Singapura
- Turun 0,09% terhadap yuan China
- Melemah 0,21% terhadap yen Jepang
- Loyo 0,29% terhadap ringgit Malaysia
- Turun 0,28% terhadap baht Thailand
Pelemahan dolar ini disebut sebagai respons langsung pasar terhadap keputusan The Fed—sebuah langkah yang banyak dipantau pelaku pasar karena bisa mengubah arah arus modal global.
Dengan tekanan yang terjadi, rupiah pun mendapat sedikit ruang bernapas di tengah dinamika ekonomi internasional.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































