Pemkab Bogor Tetapkan Status Siaga Bencana hingga 2026

status siaga bencana
Tim reaksi cepat penanggulangan bencana melakukan pembersihan material longsor di salah satu wilayah rawan bencana Kabupaten Bogor. Pemkab Bogor telah membentuk zonasi tim reaksi cepat di enam wilayah prioritas untuk mengantisipasi bencana hingga tahun depan. Foto : Dok. BPBD.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan status siaga bencana hingga tahun depan seiring meningkatnya potensi bencana di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi menghadapi musim hujan dan kondisi geografis yang rawan longsor serta banjir.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya telah membentuk zonasi tim reaksi cepat di enam wilayah rawan bencana. Penetapan status siaga ini sejalan dengan imbauan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami menetapkan status siaga bencana yang sama sampai dengan tahun depan sesuai dengan imbauan Pemprov Jabar. Kami membuat zonasi tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di enam wilayah,” kata Rudy kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Advertisement
Baca Juga :  "Riksa Wisesa" Tandai Langkah Awal Museum Pajajaran

Kawasan selatan Kabupaten Bogor menjadi salah satu wilayah prioritas. Pos Polisi Hoegeng Gadog ditetapkan sebagai titik siaga dengan menempatkan alat berat dan operator di lokasi tersebut guna mempercepat mobilisasi saat terjadi bencana.

Rudy menjelaskan, penempatan alat berat di lokasi strategis bertujuan memangkas waktu respons.

“Pada saat di wilayah selatan terjadi bencana, mobilitas untuk alat berat juga lebih dekat. Operator juga kita siagakan di posko bersama di Pospol Gadog,” ujarnya.

Baca Juga :  Waspada! Nomor Mengatasnamakan Kapolresta Bogor Kota Beredar

Sejumlah kecamatan ditetapkan sebagai wilayah prioritas penanganan bencana. Di kawasan selatan, Kecamatan Megamendung, Cikereteg, dan Cisarua memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana.

Sementara itu, Kecamatan Cigudeg di wilayah barat menjadi perhatian utama, diikuti Kecamatan Nanggung serta beberapa titik di wilayah timur yang juga masuk dalam klaster siaga.

“Kita klaster bersama-sama sehingga beberapa alat yang kita miliki kita pastikan stand by di beberapa titik tersebut,” tutur Rudy.

Rudy memastikan seluruh posko, personel, dan sarana pendukung telah disiagakan untuk mempercepat respons penanganan bencana.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel