
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perlahan, cahaya kembali menyala di wilayah-wilayah Sumatera Utara yang sempat lumpuh akibat banjir dan tanah longsor. Di tengah infrastruktur yang porak-poranda dan akses yang sempat terputus, pemerintah bersama PLN berpacu dengan waktu untuk mengembalikan aliran listrik bagi masyarakat terdampak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan percepatan pemulihan jaringan listrik, ketersediaan material perbaikan, hingga kelancaran distribusi logistik terus dioptimalkan. Meski dihadapkan pada medan berat dan cuaca yang tak menentu, ia menegaskan penanganan darurat dan pembangunan jaringan terus didorong agar segera tuntas.
“Tolong doakan mudah-mudahan cuaca bagus. Untuk tower-tower (jaringan listrik) yang roboh, sekarang materialnya sudah ada. Memang ini bukan pekerjaan gampang. Kita doakan Jumat malam lampu sudah menyala sebagaimana mestinya,” ujar Bahlil dalam keterangannya yang dikutip dari detik.com , Jumat (5/12/2025).
Optimisme itu disampaikan Bahlil saat meninjau langsung progres pemulihan kelistrikan di Sumatera Utara pada Rabu (3/12). Didampingi Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, ia menyusuri wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah—dua daerah yang menjadi saksi kedahsyatan bencana alam.
Bagi Darmawan, Sibolga dan Tapanuli Tengah bukan satu-satunya wilayah yang harus ditangani. Beberapa titik lain seperti Desa Hutagodang dan Desa Garoga di Tapanuli Selatan juga mengalami kerusakan parah, bahkan sempat terisolasi akibat lumpur dan material banjir.
Pascabencana, kerja kolaboratif antara PLN, TNI, dan pemerintah daerah membuahkan hasil. Akses jalan menuju Desa Hutagodang berhasil dibuka sehingga pemulihan jaringan listrik dapat dilakukan.
“Alhamdulillah, pemulihan jaringan kelistrikan jalur Padang Sidempuan – Hutaimbaru pada Rabu malam membuahkan hasil. Desa Hutagodang dan sekitarnya telah menyala terang benderang teraliri listrik,” ucap Darmawan.
Di Desa Garoga, tantangan yang dihadapi tak kalah berat. Material lumpur dan reruntuhan sempat membuat tim PLN kesulitan mencapai lokasi. Namun semangat gotong royong menjadi kunci utama.
“Dengan semangat gotong royong bersama TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah (Pemda), jalur menuju Desa Garoga berhasil dibuka Selasa kemarin. Dalam kurun waktu yang singkat, tim PLN segera mendirikan kembali 60 tiang yang roboh. Kami upayakan desa ini dapat segera teraliri listrik agar yang sebelumnya gelap gulita bisa kembali terang,” jelasnya.
Darmawan menegaskan, pemulihan infrastruktur kelistrikan dilakukan secara paralel di sejumlah titik terdampak. Seluruh sumber daya dikerahkan demi mengejar target pemulihan yang ditetapkan pemerintah.
“Sesuai arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM, kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan listrik di Sumatera. Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari TNI, Polri, dan Pemda yang terus mendampingi perjuangan tim PLN di lapangan. Sehingga ikhtiar kami mendapatkan kemudahan-kemudahan di tengah tantangan yang luar biasa,” ungkapnya.
Dari sisi pemerintah daerah, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan apresiasi atas kerja cepat PLN dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan utama dalam proses pemulihan pascabencana.
“Ini pertama adalah aliran listrik. Aliran listrik yang sampai dengan hari ini sudah berangsur pulih, seperti di Sibolga sudah lebih baik. Mudah-mudahan listrik di seluruh lokasi terdampak dapat segera pulih 100% sesuai target,” pungkas Bobby.
Di balik kabel-kabel yang kembali terhubung dan tiang-tiang yang ditegakkan ulang, tersimpan harapan ribuan warga agar kehidupan mereka dapat berangsur normal. Dari gelap menuju terang, pemulihan ini bukan sekadar soal listrik—tetapi tentang menghidupkan kembali denyut kehidupan pascabencana.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































