
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemkab Bogor mulai melakukan pendataan bangunan di tujuh titik rawan kemacetan jalur alternatif Puncak yang akan dilebarkan. Ketujuh titik tersebut meliputi Simpang Gadog–Cikopo Selatan, Pasir Angin, Pusdik Megamendung, Cilember, Hankam, Kongsi Pasar Cisarua, dan Simpang Taman Safari Indonesia (TSI).
Camat Cisarua Heri Risnandar mengatakan, pelebaran jalan diperlukan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
“Pelebaran akan menyasar sejumlah titik, yaitu akses alternatif dari Gadog–Cikopo Selatan, simpang Masjid Pusdik Megamendung, Cilember, Hankam Leuwimalang, hingga perempatan Pasar Cisarua,” kata Heri, Rabu (3/12/2025).
Pendataan dilakukan tim gabungan Pemkab Bogor yang terdiri dari DPKPP, Satpol PP Kabupaten, DPMD, kecamatan, serta pemerintah desa. Pendataan mencakup koridor Megamendung hingga Cisarua yang selama ini menjadi pilihan pengendara untuk menghindari jalur utama.
“Pendataan dilakukan kepada bangunan yang berada di lokasi rencana pelebaran, termasuk kios dan sebagian rumah tinggal yang berada di muka jalan alternatif,” jelasnya.
Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor Efendi menyebutkan, hanya simpang menuju TSI yang memiliki lebar akses ideal.
“Titik lainnya rata-rata hanya memiliki lebar 3–4 meter, sehingga diperlukan pelebaran,” ucapnya.
Hasil pendataan akan dibahas dalam rapat dinas bersama Bupati Bogor untuk menentukan tindak lanjut proyek. Melalui program ini, Pemkab Bogor berharap arus kendaraan di jalur alternatif Puncak dapat lebih lancar dan mendukung pengembangan pariwisata kawasan tersebut.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan bahwa penanganan titik-titik rawan macet menjadi fokus utama dalam penataan jalur alternatif Puncak.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































