Cerita Ketua RT soal Penemuan Jasad Remaja di Bogor

Bogor
Ketua RT 02 RW 01, Sar’ih, menunjukkan lokasi tempat seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah di depan pintu sebuah kontrakan di Kampung Sipetey, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (27/11/2025) dini hari. Foto: dok.narasitoday.com

TIMETODAY.ID, BOGOR — Suasana tenang di Kampung Sipetey, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mendadak gempar pada Kamis (27/11/2025) dini hari.

Seorang remaja ditemukan tewas bersimbah darah di depan pintu sebuah kontrakan sekitar pukul 01.00 WIB, membuat warga terkejut sekaligus panik.

Ketua RT 02 RW 01, Sar’ih, menjadi salah satu orang pertama yang mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga. Ia mengaku tidak menyangka akan menemukan kondisi korban yang sudah tak bernyawa.

Advertisement

“Saya tahu setelah ada warga melapor. Pas saya lihat ke lokasi, orang itu sudah meninggal dunia, berlumuran darah. Untuk luka-lukanya saya enggak tahu pasti, entah di bagian punggung atau dekat tulang ekor pantat. Kondisinya terlentang,” katanya.

Dari pengamatan warga, diduga korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat tembok lantaran jalur yang ia lalui merupakan jalan buntu. Namun, kondisinya yang sudah lemah membuat ia roboh tepat di depan kontrakan tersebut.

Baca Juga :  PVMBG Catat Erupsi Gunung Ibu Halmahera Barat, Durasi 49 Detik

“Kayaknya dia korban, mau panjat mungkin langsung dibacok. Dia jalan kayaknya udah gak kuat dan jatuh di depan pintu kontrakan itu,” jelas Sar’ih.

Ia juga menyampaikan bahwa korban diduga berasal dari wilayah Cigudeg. Informasi itu ia dapat dari seorang teman korban yang datang ke lokasi sesaat setelah kejadian.

Rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian pun memperkuat dugaan bahwa korban sedang dikejar oleh pelaku. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua orang tengah berlari, diduga korban dan pelakunya.

“Korban dikejar. Kalau rombongan motornya memang duluan. Katanya korban ini sempat kejar-kejaran naik motor, boncengan. Terus jatuh, langsung pada lari. Yang satu lari ke sekolah, satunya ke masjid. Nah, yang lari ke sini kemungkinan korban, tapi jalannya buntu,” tutur Sar’ih.

Baca Juga :  Momen Gunawan Sad Bor di Gelandang Petugas di Mapolres Sukabumi

Ia menambahkan bahwa kemungkinan lain yang berkembang di tengah warga adalah korban terlibat dalam aktivitas balapan liar yang kerap terjadi di wilayah Leuwiliang.

“Bukan tawuran. Kayaknya itu mau balapan, soalnya di daerah Leuwiliang dulu sering banyak yang balapan,” ujarnya.

Tak lama setelah laporan diterima, Tim Inafis Polres Bogor tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebut korban masih berusia remaja.

“Iya benar, korban identitasnya berinisial MCP usia 16 tahun,” kata Maryanto. ***

Editor : Syafira

Sumber : narasitoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel