BNPB Rilis Dampak Erupsi Semeru: Ratusan Lahan Rusak, Ratusan Warga Mengungsi

erupsi
dampak Erupsi Semeru Ratusan Lahan Rusak, Ratusan Warga Mengungsi. ( foto/ jawapos.com )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis perkembangan terbaru terkait dampak erupsi besar Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11). Letusan yang masuk kategori kuat tersebut menimbulkan kerusakan cukup luas, mulai dari lahan pertanian, rumah warga, hingga fasilitas sosial dan fasilitas umum penting di sekitar wilayah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga Senin (24/11), pendataan menunjukkan erupsi memengaruhi 2 kecamatan dan 3 desa, yakni Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Kerusakan Meluas: Rumah, Lahan Pertanian, hingga Fasilitas Vital

Dalam keterangan resminya, Muhari mengungkapkan bahwa kerugian material masih terus diperbarui. Sementara ini, BNPB mencatat sedikitnya:

Advertisement
  • 21 rumah rusak berat
  • 1 fasilitas pendidikan rusak berat
  • 1 fasilitas kesehatan rusak berat
  • 1 gardu PLN mengalami kerusakan signifikan
  • Lahan pertanian seluas 204,63 hektare rusak akibat hujan abu dan material vulkanik
Baca Juga :  Rudy Susmanto Berangkatkan Ratusan Jamaah Haji Kloter 21 dari Masjid Raya Nurul Wathon

Kerusakan lahan pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak, mengingat area sekitar lereng Semeru merupakan wilayah produktif untuk sayuran, palawija, dan tanaman hortikultura lainnya. Abu vulkanik yang turun pekat menyebabkan tanaman mati dan tanah perlu waktu lebih lama untuk kembali pulih.

Korban Luka dan Kondisi Pengungsi

Tak hanya kerusakan material, BNPB juga melaporkan adanya tiga korban luka berat. Seluruhnya telah dievakuasi dan mendapat perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Sementara itu, proses penanggulangan erupsi saat ini masih berada dalam masa tanggap darurat, yang berlangsung sejak 19 hingga 25 November 2025.

Menurut Muhari, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level IV atau Awas, level tertinggi dalam sistem peringatan letusan gunung api. Warga diminta waspada terhadap potensi banjir lahar hujan, lontaran material panas, serta awan panas guguran di beberapa sektor rawan.

Distribusi Bantuan dan Upaya BNPB di Lapangan

BNPB bersama BPBD terus melakukan pendampingan di wilayah terdampak, terutama dalam distribusi logistik serta pengelolaan pos-pos pengungsian. Sejumlah bantuan yang sudah disalurkan mencakup:

  • 300 matras
  • 300 terpal
  • 300 selimut
  • 200 boks masker medis
  • 200 paket plastik sampah
  • 150 paket alat kebersihan
  • 000 makanan siap saji
  • 200 paket sembako
Baca Juga :  BAGI ORANG BERIMAN SETAHUN ITU HANYA 3 HARI

Selain itu, personel BNPB juga turut membantu penataan gudang logistik dan kebutuhan administrasi agar alur bantuan dapat diterima pengungsi secara cepat dan tepat sasaran.

Ratusan Warga Mengungsi

Hingga saat ini, data menunjukkan ada:

  • 307 pengungsi di SMP 02 Pronojiwo
  • 221 pengungsi di SDN 04 Supiturang

Meski sebagian warga sudah mulai kembali ke rumah untuk membersihkan abu vulkanik yang menumpuk, aktivitas masih dilakukan dengan pengawasan ketat petugas mengingat potensi erupsi susulan belum sepenuhnya mereda.

BNPB mengimbau agar warga tetap memprioritaskan keselamatan dan mengikuti seluruh arahan petugas di lapangan. (MG4)

 

Editor : Salma

Sumber : jawapos.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel