Pemerintah Targetkan Pembangunan 12.100 Km Rel Kereta hingga 2030

rel kereta
rel kereta. Foto: Dok. KAI

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah menargetkan pembangunan rel kereta api sepanjang 12.100 kilometer hingga 2030, sebuah proyek besar yang akan menjangkau lima pulau di Indonesia. Dalam unggahan akun resmi @danantara.indonesia, Selasa (18/11/2025), disampaikan bahwa target tersebut mengacu pada Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.

Jalur rel akan tersebar di Jawa–Bali sepanjang 6.800 km, Sumatera 2.900 km, Kalimantan 1.400 km, serta masing-masing 500 km di Sulawesi dan Papua.

Dalam unggahan itu, pemerintah menegaskan pentingnya pembangunan jaringan rel sebagai tulang punggung mobilitas masa depan.

Advertisement
Baca Juga :  Kapal Perang Multirole KRI Balaputradewa-322 Resmi Diluncurkan PT PAL

“Rel bukan sekadar infrastruktur, tetapi ruang pelayanan publik berskala raksasa. Karenanya pemerintah menargetkan perluasan layanan kereta api di seluruh Indonesia terwujud pada 2030!” tertulis dalam keterangan tersebut.

Selain pembangunan rel, kebutuhan armada kereta secara nasional hingga 2030 juga turut dipaparkan. Proyeksi kebutuhan itu mencakup 2.805 lokomotif penumpang, 1.985 lokomotif barang, 27.960 kereta, dan 39.655 gerbong barang.

Angka tersebut menggambarkan skala besar transformasi perkeretaapian yang tengah disiapkan.

PT KAI (Persero) dan PT INKA (Persero) disebut memiliki peran sentral dalam menjalankan proyek ini sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia.

Baca Juga :  Ketika Kantong Plastik Menjadi Barang Mewah

Keduanya bertugas memperluas layanan sekaligus mengembangkan teknologi transportasi kereta api nasional. Untuk memperkuat sinergi, COO Danantara Dony Oskaria melakukan pertemuan dengan Direksi KAI dan INKA.

“Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, integrasi ekosistem transportasi, dan percepatan pembangunan jaringan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Rencana besar pembangunan rel 12.100 km ini menjadi salah satu upaya pemerintah mempercepat konektivitas nasional, terutama di wilayah yang selama ini minim layanan transportasi berbasis rel.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel