TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sakit kepala yang muncul di bagian belakang kepala disertai mual sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan ini bisa muncul akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu.
Deputi Kesehatan dari Alodokter menyebut, “Dengan mengenali pola dan faktor yang memengaruhinya, Anda dapat mengambil langkah yang lebih tepat untuk mengurangi atau mencegah kekambuhan. Pemahaman ini juga membantu menentukan kapan keluhan masih aman ditangani di rumah dan kapan perlu diperiksakan ke dokter.”
Beberapa penyebab umum sakit kepala bagian belakang dan mual antara lain:
- Tegangan otot atau postur tubuh buruk
Postur duduk yang salah, terlalu lama menatap layar, atau penggunaan bantal yang tidak tepat bisa membuat otot leher menegang, memicu nyeri dan mual ringan. Keluhan biasanya membaik setelah tubuh diistirahatkan dan postur diperbaiki. - Migrain
Migrain dapat menimbulkan nyeri hebat di bagian belakang kepala yang disertai mual, sensitif terhadap cahaya atau suara. Stres, pola tidur tidak teratur, atau telat makan bisa memicu serangan migrain. - Infeksi
Infeksi saluran napas atas, flu, atau sinusitis juga dapat menyebabkan nyeri kepala dan mual, sering disertai hidung tersumbat, demam ringan, dan badan lemas. Pada demam berdarah, keluhan ini bisa muncul lebih berat. - Tekanan darah tinggi
Lonjakan tekanan darah dapat menimbulkan nyeri di bagian belakang kepala, terkadang disertai mual atau rasa berat di tengkuk. - Cedera kepala ringan
Benturan ringan pada kepala atau leher dapat menimbulkan sakit kepala beberapa jam kemudian, sering disertai mual sebagai reaksi tubuh.
Meski jarang, sakit kepala bagian belakang dan mual juga bisa menjadi tanda kondisi serius, seperti meningitis, tumor otak, atau perdarahan otak. Gejala pendamping seperti demam tinggi, leher kaku, muntah hebat, atau gangguan penglihatan harus segera mendapat perhatian medis.
Untuk mengatasi keluhan ringan di rumah, beberapa langkah dapat dicoba:
- Istirahat di tempat yang tenang dan redup.
- Perbaiki posisi duduk dan tidur untuk mengurangi ketegangan otot.
- Cukupi cairan dan makan teratur.
- Kompres dingin selama 10–15 menit.
- Konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol sesuai aturan pakai bila perlu.
Ahli kesehatan menekankan, jika nyeri kepala mendadak hebat, disertai leher kaku, kelemahan satu sisi tubuh, atau demam tinggi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































