Waspada Dislokasi Pergelangan Tangan: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya

Pergelangan tangan
ilustrasi dislokasi pergelangan tangan (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTAPergelangan tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling rentan cedera. Aktivitas sehari-hari, olahraga, atau kecelakaan kecil bisa membuat tulang-tulang di pergelangan tangan terdorong keluar dari posisi normal.

‎Kondisi ini dikenal sebagai dislokasi pergelangan tangan, yang menimbulkan nyeri hebat dan keterbatasan gerak.

‎Dokter mengingatkan, pengenalan gejala sejak dini penting untuk mencegah komplikasi serius.

Advertisement

Penyebab dan Faktor Risiko

‎Dislokasi pergelangan tangan biasanya terjadi akibat benturan keras atau tekanan tiba-tiba pada sendi. Beberapa kondisi yang paling sering memicu cedera ini antara lain: Jatuh dengan posisi tangan menahan tubuh

‎Cedera saat olahraga kontak, seperti sepakbola, basket, atau bela diri

  • ‎ Kecelakaan kendaraan
  • ‎Terbentur atau tertimpa benda keras
  • ‎Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan dislokasi:
  • ‎ Aktivitas fisik berisiko tinggi atau pekerjaan berat
  • ‎Otot lemah dan keseimbangan buruk, misalnya penderita distrofi otot
  • ‎Tidak menggunakan pelindung pergelangan tangan saat berolahraga
  • ‎Riwayat cedera, keseleo, atau dislokasi sebelumnya
  • ‎Usia lanjut atau anak-anak
Baca Juga :  Waspada! 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kulit Wajah

Gejala yang Perlu Diwaspadai

‎Dislokasi pergelangan tangan biasanya terlihat dan terasa segera setelah cedera:

  • ‎Nyeri hebat di pergelangan tangan
  • ‎ Memar atau bengkak
  • ‎ Bentuk pergelangan tangan tidak normal
  • ‎ Sulit menggerakkan tangan atau jari
  • ‎ Mati rasa atau kesemutan

‎Dalam beberapa kasus, tulang yang menonjol bahkan bisa menyebabkan luka terbuka. Jika gejala muncul, segera periksakan ke dokter agar fungsi tangan tetap terjaga.

Langkah Penanganan Awal

‎Sebelum mendapatkan perawatan profesional, beberapa tindakan awal bisa dilakukan di rumah:

‎1. Imobilisasi: Gunakan bidai, kain, atau perban untuk menahan posisi pergelangan tangan agar tidak makin bergeser.

‎2. Kompres dingin: Tempelkan es batu yang dibungkus kain selama 15–20 menit untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan.

‎3. Jangan mencoba mengembalikan posisi sendi sendiri: Menarik atau meluruskan tulang bisa menyebabkan cedera saraf atau pembuluh darah.

Penanganan Medis

  1. ‎Dokter akan menentukan metode pengobatan berdasarkan tingkat keparahan cedera, yang bisa meliputi:
  2. ‎Reposisi sendi (reduksi) : Mengembalikan tulang ke posisi normal
  3. ‎Pemasangan gips atau bidai : Menjaga posisi tulang stabil selama 4–6 minggu
  4. ‎Obat pereda nyeri : Paracetamol atau ibuprofen
  5. ‎Operasi : Jika tulang sulit diperbaiki atau terjadi kerusakan pada saraf, ligamen, atau pembuluh darah
  6. ‎Fisioterapi : Mengembalikan kekuatan, kelenturan, dan fungsi pergelangan tangan
Baca Juga :  Sakit Kepala Datang Saat Kerja? Ini Obat yang Tak Menyebabkan Kantuk

Pencegahan Dislokasi

‎Meski cedera bisa terjadi tiba-tiba, ada beberapa langkah untuk mengurangi risiko:

  • ‎Gunakan pelindung tangan saat beraktivitas
  • ‎Lakukan peregangan dan penguatan otot secara rutin
  • ‎ Hindari gerakan atau posisi tangan yang salah
  • ‎Latihan keseimbangan tubuh, misalnya yoga atau pilates
  • ‎Gunakan sepatu anti-selip dan hindari permukaan licin
  • ‎Konsumsi makanan kaya kalsium, vitamin D, dan protein

‎“Menjaga kesehatan dan keselamatan pergelangan tangan sangat penting agar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman,” tulis Alodokter.

‎Dengan pemahaman tentang penyebab, gejala, penanganan, dan pencegahan, setiap orang bisa lebih waspada dan tanggap saat menghadapi risiko dislokasi pergelangan tangan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel