FDA Thailand Tarik Inhaler Herbal Tercemar Bakteri dan Jamur, Bisa Picu Infeksi Paru

inhaler herbal
Inhaler Hong Thai Tercemar Bakteri, Ditarik dari Pasaran (Foto: Tangkapan Layar FDA Thailand)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Thailand mengumumkan penarikan sejumlah inhaler herbal setelah hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi mikroba, jamur, dan bakteri patogen. Otoritas memperingatkan, produk yang tercemar bisa membahayakan kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan sistem imun lemah.

Langkah ini dilakukan setelah laporan daring pada Mei lalu menyebut adanya jamur yang tumbuh di dalam inhaler herbal—produk populer yang banyak digunakan di Thailand untuk melegakan hidung tersumbat dan menyegarkan napas.

“Pengujian kami menemukan kontaminasi mikroba pada beberapa merek inhaler herbal yang berpotensi membahayakan paru-paru pengguna,” ujar Supattra Boonserm, Sekretaris Jenderal FDA Thailand, dikutip dari The Bangkok Post (30/10/2025).

Advertisement

Dua Merek Terkontaminasi Parah

FDA Thailand mengonfirmasi dua produk yang tidak lolos uji:

  1. Hong Thai Formula 2 (nomor registrasi G309/62, lot 000332) — mengandung bakteri Clostridium perfringens, yang bisa menyebabkan infeksi serius.
  2. Chama Herbs (nomor registrasi G561/67, lot NF 2522503001) — ditemukan jumlah mikroba aerobik di atas ambang batas aman.
Baca Juga :  Jaro Ade Tegaskan Pentingnya Sinergi Ulama dan Umara dalam Membangun Kabupaten Bogor

Kedua produk itu dinyatakan di bawah standar keamanan herbal dan kini sedang ditarik dari peredaran serta dimusnahkan. Produksi baru hanya boleh dilakukan setelah perusahaan membenahi proses sterilisasi dan mendapatkan sertifikasi ulang dari FDA.

Bahaya Jika Terhirup

Supattra menjelaskan, menghirup inhaler yang tercemar bisa menimbulkan gangguan saluran pernapasan, termasuk batuk, sesak napas, hingga radang tenggorokan.

“Spora jamur dan Clostridium perfringens dapat memicu infeksi pernapasan, terutama pada mereka yang lemah atau lansia,” ujarnya.

Baca Juga :  Pengadilan Thailand Vonis Anne Jakrajutatip 2 Tahun Penjara, Drama Miss Universe Berlanjut

Direktur Jenderal Departemen Ilmu Kedokteran Thailand, Dr. Sarawut Boonsuk, menambahkan bahwa sepanjang 2025 pihaknya telah memeriksa 54 sampel inhaler dan menemukan 39 di antaranya tidak memenuhi standar keamanan mikrobiologis.

Sebagian besar mengandung mikroba aerobik, jamur, ragi, atau bakteri tanah seperti Clostridium perfringens, yang dapat berkembang biak dalam kondisi lembap dan anaerob.

Imbauan untuk Konsumen

FDA Thailand mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan inhaler herbal yang tidak memiliki nomor registrasi resmi atau terlihat berubah warna dan berbau aneh.

Meski dikenal praktis dan alami, produk herbal tetap bisa berisiko bila proses produksinya tidak higienis. FDA juga berjanji akan mengumumkan hasil uji tambahan terhadap merek-merek lain yang sedang dalam proses pemeriksaan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel