Remaja Terlibat Tawuran Gunakan Celurit dan Petasan di Narogong, Polisi Turun ke Lokasi

remaja
rekaman video amatir warga saat terjadi tawuran di jalan raya narogong Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. (foto: tangkap layar)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Suasana dini hari di Jalan Raya Narogong, Kabupaten Bogor, yang biasanya lengang, mendadak berubah mencekam pada Minggu (26/10/2025). Di bawah cahaya lampu jalan yang redup, sekelompok remaja terlibat bentrok di wilayah perbatasan Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, dan Kecamatan Klapanunggal. Celurit berkilat di udara, sementara suara petasan bertubi-tubi memecah keheningan malam.

Bagi warga sekitar, peristiwa itu bukan sekadar keributan biasa. Di tengah kepanikan, sebagian besar memilih menutup pintu rapat-rapat, takut keluar rumah.

Salah satu saksi mata, Sahroji (45), pedagang nasi goreng yang sedang berjualan di pinggir jalan saat kejadian, masih mengingat jelas detik-detik mencekam itu.

Advertisement
Baca Juga :  Pembangunan Jalan Leuwiliang-Rancabungur Dimulai 2025, Pemkab Tegas Larang Transaksi Tanah

“Awalnya dari arah Sidangkia ke arah Kota Munggau. Tiba-tiba rame, terang banget, petasan sama celurit panjang-panjang,” ujarnya saat ditemui di lapaknya, Senin (27/10).

Sahroji bercerita, saat tawuran pecah, ia hanya bisa diam dan berusaha melindungi dagangannya. Percikan api dari petasan bahkan sempat masuk ke area tempat ia berjualan.

“Petasan itu sempat masuk sini, tapi cuma percikan apinya aja. Anak-anak saya lagi tidur di dalam, untung nggak ada yang kena,” tambahnya lega.

Bentrok itu berlangsung singkat, namun cukup membuat warga setempat ketakutan. Para pelaku disebut saling serang menggunakan senjata tajam dan petasan sebelum akhirnya bubar begitu mendengar sirene polisi. Tak lama setelahnya, aparat dari Polsek Klapanunggal datang untuk mengamankan situasi.

Baca Juga :  Dilatih di Barak, Diberi Kuda: Cerita di Balik 40 Siswa 'Bermasalah' yang Dibina di Sumedang

“Setelah kejadian, polisi dari Polsek Klapanunggal langsung datang ke sini,” kata Sahroji.

Hingga kini, belum ada laporan korban luka maupun penangkapan pelaku. Polisi masih melakukan penyelidikan dan patroli rutin di kawasan rawan tawuran tersebut.

Di balik suara dentuman dan cahaya petasan dini hari itu, tersisa rasa waswas warga yang berharap kejadian serupa tak lagi terulang. Bagi Sahroji dan banyak pedagang lain di sepanjang Jalan Raya Narogong, malam itu menjadi pengingat bahwa bahkan di tengah rutinitas sederhana, ketenangan bisa sirna dalam sekejap.***

Editor : Syafira

Sumber : beritasatu.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel