Langkah Terakhir Sang Juara, Chen Qingchen Menutup Bab Emas Bulu Tangkis Dunia

Chen Qingchen
Chen Qing Chen. (Foto: Instagram/chenqingchen0623)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tangis haru mengiringi langkah terakhir Chen Qingchen di lapangan bulu tangkis internasional. Sang ratu ganda putri asal China itu resmi mengumumkan pensiun usai tersingkir di babak semifinal French Open 2025, turnamen yang akhirnya menjadi panggung perpisahannya.

Bertanding di Glaz Arena, Rennes, Chen kembali berduet dengan Jia Yi Fan, rekan seperjuangannya selama bertahun-tahun.

Namun kali ini, perjalanan keduanya harus terhenti di tangan sesama wakil China, Li Yi Jing/Luo Xu Min, pada Sabtu (25/10/2025). Kekalahan itu sekaligus menandai akhir dari duet yang telah menorehkan begitu banyak sejarah.

Advertisement

“Saya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Ada begitu banyak kenangan dengan Jia Yi Fan,” ujar Chen dengan mata berkaca-kaca, dikutip dari BWF Badminton.

Baca Juga :  Pria China Ini Tolak Tawaran 1,6 Juta Yuan untuk Rumahnya, Sekarang Dikelilingi Jalan Tol

“Bisa kembali ke level tinggi dan mencapai semifinal berturut-turut, saya rasa kami sangat puas.”

Ungkapan itu mencerminkan perasaan campur aduk: lega, haru, dan bangga. Karena bagi Chen, setiap langkah di lapangan bukan sekadar pertandingan, melainkan perjalanan panjang penuh dedikasi dan pengorbanan.

Selama berkarier, duet Chen Qingchen/Jia Yi Fan telah menjadi simbol dominasi ganda putri dunia. Mereka meraih emas Olimpiade Paris 2024, empat gelar juara dunia, dua emas Asian Games, dua gelar juara Asia, serta deretan trofi dari turnamen bergengsi seperti All England, China Open, Malaysia Open, hingga BWF World Tour Finals.

Karier Chen Qingchen adalah kisah tentang keteguhan hati seorang atlet perempuan yang tumbuh bersama pasangannya di lapangan, menghadapi tekanan, cedera, dan ekspektasi tinggi dari publik Tiongkok.

Baca Juga :  China Tegas: Gaza Bagian Palestina, Bukan Alat Tawar-Menawar Politik

Namun di balik ketangguhan itu, selalu ada tawa, air mata, dan kebersamaan yang membuat mereka menjadi lebih dari sekadar pasangan juara — mereka adalah saudari dalam perjuangan.

Kini, setelah lebih dari satu dekade menorehkan tinta emas untuk bulu tangkis dunia, Chen memilih untuk berhenti — bukan karena kalah, tetapi karena sudah menuntaskan misi besarnya.

French Open 2025 bukan hanya akhir dari sebuah turnamen, tapi juga bab terakhir dari kisah legendaris Chen Qingchen, sang juara yang pamit dengan kepala tegak dan hati penuh rasa syukur.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel