
TIMETODAY.ID, BOGOR – Tawa riang mewarnai halaman Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Selasa (21/10/2025) siang. Sekitar 45 ABK (anak berkebutuhan khusus) dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Mekarsari Cibinong berkumpul, mata mereka berbinar melihat mobil pemadam kebakaran yang biasanya hanya terlihat melintas di jalan raya.
Kali ini, mereka tak hanya melihat. Mereka diajak mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran, bahkan diperbolehkan naik ke atas mobil damkar yang menjulang tinggi. Keceriaan itu menjadi hadiah istimewa dalam rangka peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang jatuh setiap 6 Oktober.
“Mereka kita undang dalam rangka peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia yang dilaksanakan setiap tanggal 6 Oktober, tapi kita lakukan tetap di bulan Oktober ini,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa.
Bagi Yudi, kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Di balik keceriaan yang tercipta, terdapat pesan mendalam yang ingin ia sampaikan kepada anak-anak istimewa itu, Damkar adalah rumah kedua mereka.
“Kita berharap bahwa kita bersama mereka berbagi keceriaan sekaligus edukasi, dan saya sampaikan kepada mereka bahwa Dinas Pemadam Kebakaran adalah sekolah mereka kedua dan rumah mereka kedua,” tuturnya.
Pendekatan yang hangat memang menjadi ciri khas kegiatan ini. Yudi dan timnya paham betul, anak-anak berkebutuhan khusus memerlukan metode komunikasi tersendiri. Karena itu, mereka tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga edukasi yang dikemas secara menarik.
Sebuah video pendek tentang tugas pemadam kebakaran diputar. Berbeda dengan video edukatif pada umumnya, tayangan ini dirancang khusus agar mudah dipahami anak-anak. Tujuannya sederhana namun penting: menghilangkan rasa takut terhadap api dan mengajarkan cara berinteraksi yang aman dengan bahaya di sekitar mereka.
“Ada video yang ditampilkan tentang Damkar tapi lebih pendekatan kepada anak-anak termasuk orang tuanya, sehingga anak-anak tidak takut lagi dengan api, bagaimana mereka berinteraksi dengan api termasuk dengan binatang, jadi mereka merasa tidak takut,” jelas Yudi.
Kehadiran Si Cepot, mobil dari Dinas Perhubungan, menambah semarak suasana. Mobil berwarna cerah itu menjadi daya tarik tersendiri. Anak-anak berbaris antusias, ingin segera naik dan merasakan sensasi berada di atas kendaraan besar.
Lima belas pendamping dan orang tua yang turut hadir tampak terharu. Mereka jarang melihat anak-anak mereka sebahagia ini. Senyum yang merekah di wajah buah hati mereka menjadi penghiburan tersendiri di tengah tantangan sehari-hari mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Yudi mengakui, kegiatan seperti ini adalah langkah Damkar untuk menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat. Pemadam kebakaran bukan hanya soal memadamkan api atau menyelamatkan korban bencana. Lebih dari itu, mereka ingin hadir sebagai sahabat bagi siapa pun yang membutuhkan.
“Tentunya memang kegiatan hari ini kita inisiatif untuk berbagi kebahagiaan, bukan hanya berbagi keselamatan atau kebakaran, kita juga ingin berbagi menyentuh hati,” katanya.
Menjelang siang, kegiatan pun berakhir. Anak-anak pamit dengan senyum yang masih mengembang. Mereka membawa pulang pengalaman berharga sekaligus pengetahuan baru.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































