Gen Z Nggak Boleh Lupa, Ini Pesan Bakesbangpol soal G30S/PKI dan Pancasila

Bakesbangpol
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, Foto : Dok. RADAR BOGOR.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, menegaskan pentingnya mengenalkan kembali peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai bagian dari edukasi sejarah bangsa.

Menurut Ferdinando, edukasi mengenai G30S/PKI masih berlangsung di sekolah-sekolah melalui jalur formal, sementara pemahaman non-formal juga perlu diberikan agar masyarakat lebih menyadari arti penting peristiwa tersebut.

“Intinya negara kita bisa bertahan dari rongrongan baik dari dalam maupun luar karena kesaktian Pancasila, dasar negara yang kuat dan sesuai diterapkan di Indonesia,” kata Ferdinando di Bogor, Rabu (1/10/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Heboh! Kebakaran di Karet Pedurenan Gegerkan Warga, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor

Ia menilai, generasi muda, terutama Gen Z yang lahir setelah tahun 2000, harus mendapatkan pemahaman utuh mengenai G30S/PKI. Salah satunya melalui kegiatan nonton bareng film G30S/PKI yang beberapa tahun terakhir digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

“Reminding itu penting untuk generasi muda yang mungkin belum tahu informasi seutuhnya,” ujarnya.

Meski demikian, Ferdinando menilai perbedaan sudut pandang terhadap sejarah adalah hal wajar. Pemerintah, menurut dia, hanya berupaya menyampaikan fakta sejarah tanpa kepentingan lain.

Baca Juga :  Hindia, Perunggu, dan Lainnya Bangkitkan Gelombang Musik Kelas Pekerja

“Intinya kami hanya mengingatkan sejarah, bukan maksud lain. Sampai saat ini peristiwa G30S/PKI tetap menjadi bagian dari sejarah bangsa,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan peran penting satuan pendidikan dalam menyampaikan pemahaman sejarah dengan metode yang relevan dengan generasi saat ini.

“Sekarang pembelajaran lebih bersifat dialogis dibandingkan dulu yang monolog. Guru sudah paham bagaimana cara menyampaikan sejarah bangsa dengan tepat,” pungkas Ferdinando.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel