
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik geliat pembangunan infrastruktur, ada harapan besar yang disematkan pada proyek 15 bendungan yang kini tengah dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Bendungan-bendungan itu ditargetkan rampung pada tahun 2029 mendatang, dan digadang-gadang akan menjadi penopang utama ketersediaan air bagi lahan pertanian Indonesia.
Tak tanggung-tanggung, potensi layanan irigasi dari 15 bendungan ini diperkirakan mencapai 184.515 hektare. Bagi para petani, tambahan pasokan air ini bisa menjadi pembeda besar dari yang semula hanya mengandalkan hujan, kini bisa menanam hingga 2-3 kali dalam setahun.
“Upaya ini merupakan kelanjutan dari program pembangunan bendungan sebagai salah satu infrastruktur strategis untuk mewujudkan swasembada pangan,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo, dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).
Menurut Dody, penyelesaian 15 bendungan itu diharapkan mampu mendongkrak luas tanam dari 277.775 hektare menjadi 483.163 hektare. Tak hanya luas lahan, produktivitas panen juga ditargetkan melonjak signifikan, dari 1,4 juta ton/ha menjadi 2,3 juta ton/ha.
Bagi petani kecil yang selama ini menggantungkan hidup dari tadah hujan, perubahan itu jelas berarti. Air irigasi yang stabil akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 150 persen menjadi 262 persen artinya, yang tadinya hanya sekali panen, kini bisa dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Harapan ini bukan tanpa dasar. Selama periode 2015–2024, pemerintah telah merampungkan 53 bendungan yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur tersebut kini melayani 67 Daerah Irigasi (DI), mulai dari DI Baro Raya di Aceh, DI Komering di Sumatera Selatan, hingga DI Rotiklot di Nusa Tenggara Timur.
“Keberadaan 53 bendungan selesai ditargetkan dapat menyuplai air irigasi hingga 310.170 hektare lahan pertanian. Dengan integrasi pembangunan bendungan dan jaringan irigasi ini, diharapkan petani tidak lagi bergantung pada tadah hujan,” tutur Dody.
Ketersediaan air yang lebih pasti diproyeksikan akan mendorong peningkatan intensitas tanam secara nasional. Luas tanam yang sebelumnya 502.403 hektare diperkirakan melonjak menjadi 798.263 hektare. Begitu pula produktivitas pertanian, dari 3,1 juta ton/ha kini dibidik mencapai hampir 4,8 juta ton/ha.
Di balik angka-angka itu, tersimpan mimpi besar: ketahanan pangan nasional yang lebih kokoh, sekaligus peningkatan kesejahteraan bagi para petani di seluruh pelosok negeri.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































