Pemkot Bogor Sambut Kehadiran SMSI Bogor Raya, Dorong Profesionalisme Media

SMSI
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (tengah) berfoto bersama pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya usai pertemuan di Balai Kota Bogor, Jumat (19/9/2025). Foto : Dok. SMSI Bogor Raya.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut baik kehadiran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya. Kehadiran organisasi perusahaan media ini dinilai menjadi energi baru bagi dunia kewartawanan di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan media memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi. Selain itu, media juga diharapkan dapat mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemberitaan yang positif dan inspiratif.

“Bukan hanya pemerintah, masyarakat juga menaruh harapan besar kepada SMSI Bogor Raya ini. Karena di tangan para pemilik media ikut menentukan arah masa depan generasi bangsa,” ujar Dedie saat berbincang bersama pengurus SMSI Bogor Raya di Balai Kota Bogor, Jumat (19/9/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Prabowo Angkat Contoh PDIP, Persatuan Bisa Terwujud Meski di Luar Pemerintah

Dedie menambahkan, dirinya lebih percaya pada informasi yang diterbitkan media massa dibandingkan informasi yang beredar di luar jalur resmi.

“Saya pribadi sampai saat ini lebih suka membaca berita melalui media massa, baik online maupun konvensional, karena bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya.

Ia berharap SMSI Bogor Raya menjadi wadah perusahaan pers yang menjunjung tinggi profesionalisme sekaligus menjaga marwah pers sebagai kontrol sosial tanpa mengesampingkan kaidah jurnalistik.

Sementara itu, Ketua SMSI Bogor Raya, Iman Rahman Hakim, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus memberi dampak positif terhadap perkembangan dunia informasi.

Baca Juga :  Dedie-Jenal Perkuat Pemerataan Pendidikan

“Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman, berhati-hati dalam mengeluarkan produk berita. Jangan sajikan informasi yang menyesatkan atau membuat gejolak di masyarakat,” kata Iman.

Menurutnya, informasi sekecil apa pun sangat berpengaruh terhadap cara pandang masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membedakan antara produk jurnalistik dan konten media sosial.

“Ini menjadi tugas kita bersama, bukan hanya pelaku media tapi juga pegiat media sosial. Jangan jadikan masyarakat objek adu domba, tetapi siapkan generasi muda sebagai pemilik masa depan yang sejahtera,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel