Emas Antam Tak Terbendung, Rekor Tertinggi Lagi di September 2025

emas
ilustrasi emas batangan ( foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Harga emas batangan Antam kembali melesat dan menorehkan rekor baru. Rabu (17/9/2025), harga emas 24 karat naik Rp 10.000 per gram menjadi Rp 2.115.000 per gram, level tertinggi sepanjang sejarah perdagangan Logam Mulia.

Kenaikan ini membuat emas kian mengukuhkan diri sebagai instrumen investasi primadona. Dari data situs resmi Logam Mulia Antam, harga terkecil untuk pecahan 0,5 gram dipatok Rp 1.107.500, sedangkan pecahan 10 gram dilepas Rp 20.645.000. Adapun pecahan terbesar 1 kilogram hari ini dibanderol fantastis, yakni Rp 2.055.600.000.

Tren Kenaikan dalam Sebulan

Advertisement

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, emas Antam stabil di kisaran Rp 2.095.000–2.115.000 per gram. Sementara dalam sebulan, lonjakannya cukup tajam, dari Rp 1.894.000 hingga menembus Rp 2.115.000 per gram.

Baca Juga :  Laba CGV Melejit 155 persen di Semester I-2025, Capai Rp25 Miliar

“Lonjakan harga emas ini sejalan dengan tren global, di mana investor mencari instrumen aman di tengah ketidakpastian ekonomi,” kata seorang analis pasar komoditas.

Buyback Ikut Naik

Tak hanya harga jual, harga buyback emas Antam juga naik Rp 10.000 menjadi Rp 1.962.000 per gram. Buyback adalah harga yang berlaku jika pemilik emas ingin menjual kembali emas batangan mereka ke Antam.

Namun perlu dicatat, sesuai PMK No. 81/2024, setiap transaksi buyback di atas Rp 10 juta akan otomatis dipotong PPh 22 sebesar 1,5% dari total nilai transaksi.

Baca Juga :  Update Harga Emas Antam 27 Juni 2026, Buyback Ikut Melonjak

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini (17/9/2025)

  • 0,5 gram: Rp 1.107.500
  • 1 gram: Rp 2.115.000
  • 2 gram: Rp 4.170.000
  • 3 gram: Rp 6.230.000
  • 5 gram: Rp 10.350.000
  • 10 gram: Rp 20.645.000
  • 25 gram: Rp 51.487.000
  • 50 gram: Rp 102.895.000
  • 100 gram: Rp 205.712.000
  • 250 gram: Rp 514.015.000
  • 500 gram: Rp 1.027.820.000
  • 1.000 gram: Rp 2.055.600.000

Dengan pencapaian ini, emas kian mengukuhkan posisinya sebagai “penyimpan nilai” paling stabil di tengah gejolak ekonomi. Bagi investor, momen ini bisa jadi peluang sekaligus tantangan: apakah akan membeli saat harga sedang tinggi, atau menunggu koreksi?

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel