OpenAI Jor-joran Investasi, Tekor Puluhan Miliar Dolar demi Masa Depan AI

OpenAI
Chtar GPT (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Silicon Valley tengah menyaksikan salah satu perjudian paling berani dalam sejarah teknologi. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis setiap tahunnya. Puluhan miliar dolar dialirkan untuk membangun infrastruktur, meski hingga kini perusahaan masih menanggung kerugian besar.

Menurut laporan The Wall Street Journal, kontrak dan investasi OpenAI sudah melampaui sebagian besar startup teknologi lain. Komitmennya tidak main-main: sekitar USD 60 miliar per tahun untuk komputasi dari Oracle, USD 18 miliar untuk proyek pusat data bersama, hingga USD 10 miliar demi mengembangkan chip khusus.

Ambisi ini bahkan merambah ke perangkat keras untuk pasar massal. Dengan seluruh proyek yang sedang berjalan, total komitmen OpenAI diperkirakan akan menembus ratusan miliar dolar hingga dekade berikutnya.

Advertisement
Baca Juga :  Smartphone Lipat Tiga Samsung Terungkap! Bakal Rilis Global Awal 2026

Bagi mitra bisnis, langkah agresif itu membawa berkah. Hanya dalam sepekan terakhir, kesepakatan OpenAI menambah lebih dari USD 400 miliar kapitalisasi pasar untuk Broadcom dan Oracle.

Namun di balik euforia, realitas finansialnya tetap getir. Tahun ini, pendapatan OpenAI diperkirakan mencapai USD 13 miliar, tetapi kerugian masih menumpuk. CEO Sam Altman mengakui perusahaan baru akan mencapai titik balik alias profit pada 2029, setelah menelan total kerugian sekitar USD 44 miliar.

Altman pun membandingkan situasi industri AI dengan era dot-com. Ia berkata akan ada banyak startup dan investor yang “terbakar”, tetapi menegaskan, “OpenAI bukan salah satunya.”

Optimismenya terlihat dalam proyeksi pertumbuhan. Pendapatan OpenAI diperkirakan bisa tiga kali lipat tahun ini, melonjak menjadi USD 100 miliar pada 2028, dan bahkan USD 200 miliar pada 2030.

Baca Juga :  7 Game Horor Remake dengan Durasi Gameplay Terlama, Siap Uji Mental Pemain

Kunci dari skema besar ini ada pada pendanaan. Tahun lalu saja, investor Silicon Valley menyuntik sekitar USD 50 miliar ke OpenAI. Microsoft, sebagai investor utama, baru saja memperpanjang kerja sama sekaligus merestrukturisasi OpenAI menjadi entitas for-profit. Langkah ini membuka jalan untuk tambahan pendanaan sebesar USD 19 miliar.

Meski ChatGPT sudah digunakan lebih dari 700 juta orang, mayoritas masih pengguna gratisan. Survei Menlo Ventures menunjukkan hanya 3% konsumen yang benar-benar membayar layanan AI, dengan total belanja sekitar USD 12 miliar.

Artinya, meski AI menjadi aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah, tantangan terbesar OpenAI adalah bagaimana mengubah popularitas itu menjadi bisnis yang berkelanjutan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel