Seperti Robot Raksasa, Truk Bermuatan Tanah di Tomang Jadi Sorotan

truk
Posisi truk yang berdiri diperkirakan disebabkan muatan yang terlalu berat. (Foto: detik.com)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pagi itu, lalu lintas di kawasan Flyover Tomang Raya, Jakarta Barat, mendadak tersendat. Para pengendara dibuat heran sekaligus cemas, sebuah truk bermuatan tanah berwarna hijau tampak berdiri dengan posisi tak biasa, seolah-olah hendak berubah menjadi robot raksasa.

Bagian depan truk itu terangkat tinggi, sementara tanah yang diangkut berceceran ke jalan raya. Posisi truk yang melintang membuat dua jalur tak bisa dilewati.

“Seperti Transformers yang hendak berubah bentuk,” begitu ungkapan beberapa warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Advertisement

Diduga, truk itu membawa muatan berlebih. Beban tanah yang melebihi kapasitas membuat bagian depan kendaraan terangkat hingga menggantung.

Fenomena ini kembali membuka mata publik soal persoalan klasik: truk over dimension over loading (ODOL) yang masih marak di jalanan.

Baca Juga :  Innalillahi, Syarifah Salma Istri Habib Luthfi bin Yahya Tutup Usia

Bahaya ODOL yang Mengintai

Kasus ODOL bukanlah hal baru. Truk-truk dengan muatan berlebihan seringkali menjadi penyebab kecelakaan, bahkan tak jarang menelan korban jiwa.

Selain mengancam keselamatan, kendaraan “obesitas” ini juga menjadi biang kerok kerusakan jalan, yang setiap tahunnya menelan anggaran perbaikan hingga puluhan triliun rupiah.

Pemerintah sejatinya tengah menyiapkan langkah penertiban. Targetnya, pada 2027 nanti, Indonesia menerapkan kebijakan Zero ODOL.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan merugikan perekonomian.

“Kita menghitung juga apakah benar jika ditertibkan akan ada dampak yang buruk pada ekonomi. Nah kita hitung dan ternyata ada hasil yang baik,” kata AHY, dikutip dari detikFinance.

Meski begitu, AHY tetap meminta Kementerian Perhubungan untuk melengkapi kajian agar hasil perhitungan semakin kuat. Menurutnya, penertiban ODOL adalah langkah krusial demi keselamatan masyarakat sekaligus menjaga infrastruktur.

Baca Juga :  Hari Saraswati dan Pujawali, Dedie Rachim Ajak Perkuat Persatuan

“Jika kita membiarkan ODOL yang jelas korban berjatuhan, banyak yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas, bukan hanya pengemudi truk, tapi juga masyarakat yang tidak berdosa. Kerusakan jalan puluhan triliun harus dikeluarkan setiap tahunnya untuk memperbaiki jalan-jalan yang hancur dan rusak akibat kendaraan ODOL tadi,” tegas AHY.

Masalah yang Belum Usai

Peristiwa di Tomang Raya menjadi gambaran nyata bahwa masalah ODOL bukan sekadar data di atas kertas, melainkan ancaman nyata di jalan raya. Truk yang nyaris “berubah jadi Transformers” itu mungkin membuat pengendara terperangah, tapi di baliknya tersimpan risiko besar yang tak bisa dibiarkan berlarut-larut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel