
TIMETODAY.ID, BOGOR – Senja mulai turun di Situ Plaza Cibinong, Kamis (4/9/2025). Di tepian danau yang biasanya menjadi ruang publik untuk bersantai, puluhan pemuda dari lintas agama duduk berjejer. Wajah-wajah mereka tampak khidmat. Ada yang mengenakan sarung, ada pula dengan setelan rapi, sebagian lagi membawa kitab suci masing-masing. Malam itu, mereka datang dengan satu niat, mendoakan Indonesia.
Kegiatan sederhana itu ternyata memiliki makna mendalam. Di tengah dinamika sosial dan peristiwa tak terduga yang belakangan melanda bangsa, para pemuda ini memilih jalur doa dan kebersamaan. Tidak ada spanduk besar atau panggung megah, hanya lantunan doa dan tekad untuk menjaga kedamaian.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai, inisiatif tersebut lahir murni dari kesadaran pemuda lintas iman.
“Pemkab Bogor mengapresiasi sekali kegiatan yang digagas pemuda lintas iman untuk menjaga kondusifitas. Energi positif seperti ini harus sering dilakukan dan semoga bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat,” ucap Ferdinando, Jumat (5/9/2025).
Baginya, ruang kebebasan menyampaikan aspirasi adalah hak yang dijamin undang-undang. Namun lebih dari itu, ia melihat bagaimana di Kabupaten Bogor aspirasi bisa diwujudkan dengan cara yang damai.
“Alhamdulillah di Kabupaten Bogor hal ini berjalan baik, berbeda dengan kejadian di beberapa daerah lain,” tambahnya.
Dari sisi lain, Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor, Dhamiry Ghazaly, menceritakan bahwa doa lintas iman ini adalah respons atas situasi bangsa. Ia menyebut, beberapa hari terakhir Indonesia dihadapkan pada kejadian yang tak terduga.
“Ini cara kami merespons, dengan kebersamaan dan doa,” ujarnya.
Deretan organisasi pun ikut bergabung. Dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI, komunitas Katolik, hingga perwakilan Konghucu, semua duduk berdampingan. Tak ada sekat, tak ada jarak.
Dhamiry menegaskan, kegiatan itu adalah bukti nyata bahwa penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara bermartabat.
“Semangat itu jangan sampai tercederai dengan hal-hal yang tidak konstruktif seperti pengrusakan atau penjarahan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran pemuka agama dalam menjaga harmoni. “Pemuka agama adalah bagian penting dari entitas masyarakat. Harapannya seluruh unsur bisa terlibat sehingga Kabupaten Bogor betul-betul menjadi kabupaten pusat peradaban,” katanya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



































