
TIMETODAY.ID, BOGOR – Masyarakat Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, akan menggelar aksi damai bertajuk “Rumpin Berkabung” Kamis (28/8/2025) malam ini di Pertigaan Pom Bensin Cicangkal. Aksi dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB dengan rangkaian tabur bunga dan bakar lilin.
Kegiatan ini merupakan bentuk protes terhadap maraknya aktivitas tambang yang dinilai merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga. Seruan aksi yang tersebar di media sosial mengajak pemuda, pelajar, hingga tokoh masyarakat untuk hadir.
“Mari bersatu, mari bergerak. Karena Rumpin bukan milik mafia, tapi milik rakyat!” demikian isi seruan yang diunggah akun Instagram @infociseeng.id.
Selain menyampaikan simbol perlawanan, warga menuntut pemerintah Kabupaten Bogor menegakkan Peraturan Bupati Nomor 56 Tahun 2023 terkait aktivitas pertambangan.
Menurut warga, praktik tambang yang dikuasai mafia telah menimbulkan kerusakan lingkungan, mengancam kesehatan, dan memicu kecelakaan lalu lintas.
Aksi ini juga dipicu kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar MTs Mathlaul Anwar Barengkok, Ahmad Kholid (16), Rabu (27/8/2025). Korban meninggal dunia setelah terlindas truk tambang di Kampung Barengkok, Desa Sukasari.
Guru MTs Mathlaul Anwar, Asep Bahrudin, membenarkan insiden tersebut. “Dalam satu tahun lebih ini, ada tiga korban jiwa yang menimpa anak-anak sekolah kami,” ujarnya.
Warga berharap aksi damai ini menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih serius mengatasi persoalan tambang di Rumpin.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel


































