Sony Resmi Naikkan Harga PS5 di AS, PS5 Pro Tembus Rp 12 Juta

Sony
PlayStation 5 (PS5). (foto: Sony)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi para gamer di Amerika Serikat, Kamis (21/8/2025) jadi hari yang pahit. Sony resmi menaikkan harga konsol PlayStation 5 (PS5) di pasar Negeri Paman Sam. Kenaikan ini bukan sekadar soal angka, tapi cerminan betapa rapuhnya industri game menghadapi tekanan ekonomi global.

Harga PS5 naik sekitar US$ 50 atau Rp 811 ribu (kurs Rp 16.237/US$). Tiga model utama terkena dampaknya, dengan PS5 Pro kini dibanderol US$ 749,99 atau sekitar Rp 12,18 juta. Angka yang membuat sebagian gamer harus berpikir dua kali sebelum upgrade perangkat.

Langkah Sony ini erat kaitannya dengan kebijakan Presiden Donald Trump yang memberlakukan tarif impor besar-besaran terhadap produk dari pusat manufaktur global seperti China dan Jepang. Tarif tersebut menambah beban biaya produksi, sementara pemulihan pasar game masih tersendat.

Advertisement
Baca Juga :  Pertumbuhan Melambat Tipis, Pemerintah Optimistis Target Ekonomi 2025 Tercapai

Kondisi ini sebenarnya bukan kejutan. Sony sudah lebih dulu menaikkan harga konsol di sejumlah pasar Eropa pada April 2025. Sebulan kemudian, pesaingnya Xbox ikut melakukan penyesuaian harga konsol dan aksesori di AS, Eropa, Australia, hingga Inggris. Artinya, kenaikan harga konsol kini menjadi tren global, bukan sekadar strategi tunggal Sony.

Meski begitu, industri game tetap menyimpan harapan. Kehadiran judul-judul besar seperti Grand Theft Auto VI dari Take-Two Interactive serta Nintendo Switch 2 diyakini masih menjadi pendorong utama pertumbuhan. Namun, kabar penundaan rilis GTA VI hingga tahun depan menimbulkan tanda tanya besar: mampukah pasar game menjaga momentum di tengah kenaikan harga perangkat keras?

Baca Juga :  Ketika WhatsApp Jadi Kambing Hitam di Tengah Ketegangan Iran-Israel

Di tengah kekhawatiran itu, Sony menegaskan tidak ada perubahan harga PS5 untuk pasar di luar AS. Harga aksesori konsol juga tetap sama. Namun, bagi gamer Amerika, kabar ini jelas cukup menyesakkan—sebuah pengingat bahwa dunia game, meski identik dengan hiburan, tetap tak lepas dari dinamika politik dan ekonomi global.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel