TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ular menjadi salah satu hewan liar yang kerap masuk ke rumah. Sebagian di antaranya tergolong berbisa dan berbahaya. Kehadiran ular biasanya dipicu oleh beberapa faktor: mencari tempat hangat, berburu mangsa seperti tikus dan burung, atau sekadar mencari lokasi yang nyaman untuk bersembunyi.
Tak heran, ular sering ditemukan masuk melalui celah kecil, plafon, ventilasi, hingga saluran air. Itulah sebabnya kasus ular muncul di WC atau kamar mandi cukup sering terjadi.
Menurut penelitian Ira Khoerunisa dkk. dari IPB University yang dipublikasikan dalam Media Konservasi Vol.26 No.3 Desember 2021, aktivitas manusia yang menghasilkan limbah dan sisa makanan dapat memicu munculnya hewan sinantropik seperti tikus di permukiman. Kehadiran mangsa inilah yang kemudian menarik ular mendekat ke rumah.
Jenis Ular yang Sering Masuk Rumah
Berikut lima jenis ular yang umum ditemukan di sekitar rumah di Indonesia:
- Ular Kobra Jawa (Naja sputatrix)
Dikenal juga sebagai ular sendok, jenis ini paling sering dijumpai di permukiman Pulau Jawa. Panjangnya bisa mencapai 1,5 meter dengan warna hitam mengilap. Ular kobra jawa berbahaya karena bisanya dapat disemburkan hingga jarak 2 meter. - Ular Sanca Batik (Malayopython reticulatus)
Meski ukurannya besar, ular ini sering bersembunyi di plafon rumah sambil memangsa tikus. Ular sanca juga kerap muncul di kandang ternak atau saluran air. - Ular Weling (Bungarus candidus)
Ular berbisa dengan ciri belang hitam-putih dan ekor meruncing ini sering ditemukan masuk rumah di beberapa daerah. - Ular Welang (Bungarus fasciatus)
Mirip weling, tetapi belang tubuhnya berwarna hitam-kuning. Jenis ini juga berbisa dan bisa masuk lewat saluran air maupun celah rumah. - Ular Jali/Koros (Ptyas korros)
Ular yang aktif di siang hari ini dikenal sebagai pemangsa tikus, kadal, hingga katak. Ular jali sering menyelinap melalui pohon atau celah rumah.
Cara Mencegah Ular Masuk Rumah
Mengutip panduan dari Rentokil UK, ada beberapa langkah untuk mencegah ular masuk ke lingkungan rumah:
- Hilangkan mangsa potensial – Pastikan rumah bebas dari tikus atau hewan lain yang bisa menarik ular. Jika punya ternak, letakkan agak jauh dari rumah dan beri pagar rapat.
- Jaga kebersihan rumah – Plafon, gudang, dan ruang jarang dipakai perlu rutin dibersihkan agar tidak jadi tempat persembunyian.
- Rawat halaman rumah – Potong rumput dan rapikan semak agar ular tidak mudah menyelinap lewat pepohonan atau rerumputan.
- Periksa celah dan saluran air – Tutup celah di plafon maupun saluran pembuangan. Waspadai tanda seperti bau amis atau sisik yang bisa jadi petunjuk keberadaan ular.
Jika menemukan ular di rumah, sebaiknya tidak ditangani sendiri. Mintalah bantuan pihak berpengalaman atau pawang ular, karena salah mengenali jenis ular justru bisa membahayakan diri.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































