Kisah Akim, Sosok Pensiunan Guru di Bogor yang Setia Menyapa Sang Saka

Akim
Akim (73), pensiunan guru asal Kecamatan Cibinong, memberikan hormat saat mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Lapangan Tegar Beriman, Kompleks Kantor Bupati Bogor, Minggu (17/8/2025). Meski usia senja, ia tak pernah absen hadir setiap peringatan Hari Kemerdekaan RI. Foto : Andriawan/narasitoday.com.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Setiap tanggal 17 Agustus, wajah Akim selalu muncul di tengah kerumunan peserta upacara di Lapangan Tegar Beriman, Kompleks Kantor Bupati Bogor.

Usianya sudah 73 tahun, rambutnya memutih, langkahnya tak lagi sekuat dulu, namun semangatnya untuk menghormati detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah luntur.

Sejak pensiun sebagai guru pada 2012 silam, pria asal Kecamatan Cibinong itu tetap menjaga tradisi pribadinya, hadir di lapangan untuk mengikuti upacara kemerdekaan.

Advertisement

Baginya, momen 17 Agustus bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat atas jerih payah para pejuang bangsa.

Baca Juga :  BRI Bogor Pajajaran Salurkan Bantuan Rp 62 Juta untuk Yayasan Al-Ijtihad

“17 Agustus itu tanggal yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Pada hari itu, kita resmi menjadi bangsa merdeka,” ucap Akim, Minggu (17/8/2025).

Akim mulai mengabdi sebagai guru sejak 1978. Puluhan tahun mendidik generasi muda membuatnya percaya bahwa merawat semangat kebangsaan harus dilakukan sejak dini.

Karena itu, meski jarak rumahnya tidak jauh dari Lapangan Tegar Beriman, ia memilih berjalan kaki setiap peringatan hari kemerdekaan tiba.

“Itu cara sederhana saya menunjukkan rasa cinta kepada merah putih,” katanya.

Baca Juga :  Banjir Terjang 2 Desa dan 5 Perumahan di Cileungsi Bogor

Baginya, kemerdekaan adalah amanah yang tak boleh disia-siakan. Ia tak ingin pengorbanan para pahlawan yang gugur hanya dikenang sebatas cerita.

“Kasihan para pejuang. Mereka rela kehilangan nyawa, kita tinggal menjaga dan mengisi kemerdekaan ini,” ujarnya dengan suara bergetar.

Di usianya yang tak muda lagi, Akim masih menyimpan pesan sederhana namun dalam maknanya.

“Isilah kemerdekaan ini dengan membangun negara di semua aspek, terutama sumber daya manusia. Jangan sampai bangsa kita tertinggal oleh bangsa lain,” pesannya.

Editor : B. Supriyadi

Sumber : narasitoday.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel