
TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan underpass Kebon Pedes sebagai solusi mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Saat ini, kajian Desain Detail Engineering Design (DED) tengah diproses, termasuk pembebasan lahan dan opsi relokasi kantor kecamatan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menjelaskan bahwa penyusunan DED menjadi langkah awal sebelum pelaksanaan fisik proyek.
“DED sudah mulai diproses. Itu harus dilakukan pembebasan beberapa lahan dan kantor kecamatan, beberapa alternatif opsi pemindahan sedang kita jajaki. Jadi pencarian relokasi lahan kemudian pembebasan beberapa bidang lahan dan rumah warga, dan DED-nya hari ini sedang dikaji,” ujarnya usai menghadiri pesta persatuan HUT ke-80 RI di PWI Kota Bogor, Sabtu (16/8/2025).
Jenal menuturkan, proyek ini memerlukan dukungan pendanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Cirebon beberapa waktu lalu, Jenal telah mengusulkan agar infrastruktur ini mendapat kucuran anggaran provinsi.
“Ini butuh bantuan dukungan anggaran provinsi Jabar juga. Kemarin di Musrenbang saya yang langsung mengusulkan. Masuk atau tidak, mereka belum ketuk palu, tapi kita terus follow up melalui Bapenda Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Ia memperkirakan kebutuhan dana pembangunan mencapai lebih dari Rp100 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp60–80 miliar diusulkan ke Provinsi Jawa Barat, sementara sisanya ditanggung APBD Kota Bogor.
“Memang harus ada sharing anggaran antara APBD Kota dan Provinsi Jabar,” kata Jenal.
Terkait waktu pembangunan, Jenal menyebut kemungkinan proyek baru bisa berjalan tahun depan setelah kajian DED rampung. Selain itu, Pemkot Bogor juga akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat sebelum eksekusi proyek.
“Tentu harus dilakukan publik hearing setelah DED selesai, biar lebih pasti bahwa apa yang dilakukan pemerintah sesuai dengan dokumen yang memiliki legitimasi hukum. Kalau DED selesai, masyarakat pasti akan dilibatkan sampai tingkat kelurahan,” jelasnya.
Menurut Jenal, konsep pembangunan yang akan dipilih adalah underpass, sesuai arahan Pemprov Jawa Barat.
“Provinsi menghendaki underpass karena lebih murah dibanding flyover,” pungkasnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































