Turun Lagi! Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 21 Ribu per Gram

emas
ilustrasi emas (foto:istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kilau emas 24 karat keluaran Logam Mulia Antam kembali meredup. Selasa (12/8/2025), harganya turun tajam Rp 21.000 per gram, menyentuh level Rp 1.924.000 per gram. Ini menjadi penurunan ketiga secara beruntun sejak akhir pekan lalu.

Pada Sabtu (9/8), harga emas sempat jatuh Rp 8.000 ke posisi Rp 1.951.000 per gram. Sehari setelahnya, Senin (11/8), harga kembali tergelincir Rp 6.000 hingga berada di angka Rp 1.945.000 per gram. Kini, tren penurunan itu semakin dalam.

Berdasarkan data situs resmi Logam Mulia Antam, harga emas ukuran terkecil 0,5 gram dibanderol Rp 1.012.000. Sementara ukuran 10 gram dijual Rp 18.735.000, dan emas batangan terbesar 1 kilogram dipatok Rp 1.864.600.000.

Advertisement
Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini Meroket, Antam Naik Rp30 Ribu per Gram

Jika dilihat dalam sepekan terakhir, pergerakan harga emas berada di kisaran Rp 1.924.000 – Rp 1.959.000 per gram. Dalam sebulan, rentangnya sedikit lebih lebar, yakni Rp 1.901.000 – Rp 1.970.000 per gram.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga ikut tertekan. Hari ini, buyback turun Rp 21.000 menjadi Rp 1.770.000 per gram. Bagi pemilik emas yang ingin menjual, itulah harga yang akan diterima.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Potongan pajak dapat lebih ringan menjadi 0,45% jika pembeli menyertakan NPWP.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp22.000, Buyback Ikut Terkoreksi

Rincian harga emas Antam hari ini, Selasa (12/8/2025):

  • 0,5 gram: Rp 1.012.000
  • 1 gram: Rp 1.924.000
  • 2 gram: Rp 3.788.000
  • 3 gram: Rp 5.657.000
  • 5 gram: Rp 9.395.000
  • 10 gram: Rp 18.735.000
  • 25 gram: Rp 46.712.000
  • 50 gram: Rp 93.345.000
  • 100 gram: Rp 186.612.000
  • 250 gram: Rp 466.265.000
  • 500 gram: Rp 932.320.000
  • 1.000 gram: Rp 1.864.600.000

Dengan tren penurunan ini, pasar emas masih akan terus menjadi sorotan, terutama bagi investor yang mengandalkan logam mulia sebagai aset lindung nilai.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel