Jarak Tempuh Mobil Listrik, Saat Janji Brosur Kalah oleh Realita Jalanan

mobil listrik
ilustrasi mobil listrik (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi produsen mobil listrik, jarak tempuh ibarat senjata pamungkas untuk memikat calon pembeli. Angka yang terpampang di brosur kerap terdengar menjanjikan: ratusan kilometer meluncur mulus hanya dengan sekali isi daya penuh.

Namun, hasil pengujian di Australia baru-baru ini menunjukkan, kenyataan di jalanan tak selalu seindah klaim pabrikan.

Di pasar global, klaim jarak tempuh biasanya mengacu pada metode uji standar seperti WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure) yang umum dipakai di Indonesia, NEDC (New European Driving Cycle) yang lebih lama digunakan di Eropa, atau CLTC yang populer di China.

Advertisement

Angka-angka itu muncul setelah mobil diuji dalam kondisi terkontrol—namun bagaimana jika dihadapkan pada situasi sehari-hari?

Itulah pertanyaan yang coba dijawab oleh Australian Automobile Association (AAA). Sejak 2022, dengan dukungan dana pemerintah sebesar 14 juta dolar Australia (sekitar Rp148,7 miliar), AAA menguji puluhan mobil listrik di jalur sirkuit, jalan tol, hingga kawasan pemukiman di sekitar Geelong, Victoria.

Baca Juga :  Xiaomi 16 Siap Meluncur Akhir 2025, Intip Desain dan Spesifikasi Terbarunya

Hasilnya? Semua model yang diuji menempuh jarak lebih pendek dari klaim resmi, dengan selisih mulai 5% hingga 23%.

Beberapa contoh hasil uji terbaru cukup mencolok. BYD Atto 3 versi extended range keluaran 2023, misalnya, hanya mampu menempuh 369 km dengan konsumsi energi 180 Wh/km—jauh dari klaim 480 km dan 149 Wh/km. Kia EV6 keluaran 2022, yang dijanjikan bisa melaju 528 km, dalam tes hanya mencatat 484 km.

Tesla Model 3 keluaran 2024 yang laris di Australia juga tak luput dari fenomena ini: dari klaim 513 km, hasil tes menunjukkan 441 km. Sementara Smart #3, yang dijanjikan 455 km, di jalanan nyata hanya menempuh 432 km.

Baca Juga :  Bocoroan Spesifikasi dan Harga Redmi Note 13, Hadir dalam 5 Varian

Bukan hanya mobil listrik yang kena “uji realitas”. AAA sebelumnya juga mengetes kendaraan berbahan bakar bensin dan solar. Hasilnya, 77% mobil konvensional ternyata lebih boros BBM dibanding yang dipromosikan pabrikan.

“Dengan semakin banyak mobil listrik masuk pasar Australia, penting bagi konsumen untuk mengetahui jarak tempuh nyata dari kendaraan tersebut,” kata Michael Bradley, Managing Director AAA.

Bagi calon pembeli, temuan ini menjadi pengingat bahwa angka jarak tempuh di brosur hanyalah titik awal. Kondisi jalan, kecepatan, cuaca, hingga gaya mengemudi bisa mengubah hitungan di atas kertas menjadi cerita berbeda di jalan. Dan di dunia otomotif, realita sering kali lebih “haus” daripada yang dibayangkan.

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel