TIMETODAY.ID, JAKARTA – Harga emas dunia mengalami penurunan pada Jumat (25/7/2025) seiring dengan menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan mulai meredanya minat terhadap aset safe haven. Sentimen pasar berubah setelah muncul tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi dagang antara AS dan Uni Eropa.
Menurut laporan Reuters, harga emas spot tercatat turun 0,9 persen menjadi US$ 3.336,01 per troi ons. Sementara itu, emas berjangka AS juga melemah 1,1 persen ke posisi US$ 3.335,60 per troi ons.
Penguatan dolar AS turut memengaruhi harga emas, karena membuat logam mulia ini menjadi lebih mahal bagi pembeli dari luar negeri. Di saat yang sama, pelaku pasar mulai lebih optimistis terhadap aset berisiko menyusul perkembangan positif dalam hubungan dagang internasional.
“Minat terhadap aset aman mulai surut karena investor kembali melirik aset berisiko,” ujar Peter Grant, analis logam senior dari Zaner Metals.
Menurutnya, meski saat ini harga emas terkoreksi, masih ada potensi pembelian di level sekitar US$ 3.300 per troi ons. Namun, rekor tertinggi baru dinilai belum akan tercapai sebelum ada kejelasan arah kebijakan suku bunga dari The Fed.
Emas memang dikenal sebagai instrumen yang cenderung menguat saat ketidakpastian ekonomi meningkat dan suku bunga rendah berlaku. Namun untuk saat ini, dinamika global membuat investor lebih selektif dalam memilih instrumen investasi.
Sementara itu, logam mulia lainnya turut mencatat pelemahan. Harga perak spot turun 2,3 persen ke level US$ 38,2 per troi ons, meskipun masih mencatatkan kenaikan secara mingguan. Platinum juga ikut melemah 0,9 persen menjadi US$ 1.395,31 dan paladium turun 0,7 persen ke US$ 1.219,07 per troi ons.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































