TIMETODAY.ID — Timnas Indonesia U-23 akhirnya meraih tiket semifinal Piala AFF U-23 2025, tapi jalan ke babak empat besar tidak sepenuhnya mulus. Dalam fase grup, Garuda Muda hanya benar-benar tampil garang saat membantai Brunei Darussalam.
Sisanya, dua laga menghadirkan catatan pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan sebelum bentrok dengan lawan berat di semifinal.
Dominasi Sementara yang Menipu
Di hadapan puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (21/7/2025), Indonesia menutup laga terakhir grup dengan hasil imbang tanpa gol kontra Malaysia.
Hasil itu memang sudah cukup untuk memastikan Muhammad Ferarri dan kawan-kawan lolos ke semifinal sebagai juara Grup A, mengantongi tujuh poin dari tiga laga.
Namun di balik torehan tersebut, ada tantangan yang diam-diam membayang. Kemenangan telak 8-0 atas Brunei pada laga perdana, 15 Juli lalu, sempat membuat publik optimistis.
Gaya main cepat, satu-dua sentuhan, serta dominasi bola mencapai 84 persen menjadi bukti betapa Garuda Muda bisa menekan lawan tanpa ampun.
Di laga itu, Jens Raven tampil bak predator muda dengan mencetak enam gol sekaligus. Dua gol tambahan hadir lewat kaki Arkhan Fikri dan Rayhan Hannan. Sebuah kemenangan yang seperti menebar harapan bahwa Garuda Muda siap menaklukkan siapa pun.
Tembok Filipina dan Malaysia
Sayangnya, sinyal bahaya datang cepat di dua laga berikutnya. Melawan Filipina, Garuda Muda memang menang, tapi gol tunggal justru tercipta dari kaki pemain lawan—bunuh diri Jaime Rosquillo yang salah mengantisipasi lemparan jauh Robi Darwis.
Dominasi 66 persen penguasaan bola pun terasa kurang berarti karena kreativitas lini tengah minim terjemahan ke gol.
Lawan Malaysia, cerita nyaris serupa terulang. Absennya Arkhan Fikri karena cedera membuat ritme permainan pincang.
Gelandang Arema FC itu selama ini menjadi metronom di lapangan tengah. Rayhan Hannan yang diplot menggantikan Arkhan belum mampu menghidupkan distribusi bola sehalus biasanya.
Malaysia memanfaatkan celah dengan menumpuk pemain di tengah. Hasilnya, meski Indonesia mencatatkan 455 umpan dengan akurasi 89 persen, mayoritas hanya berputar di area aman.
Kombinasi di sepertiga akhir buntu, peluang bersih nyaris nihil. Peluang emas Jens Raven di depan gawang Malaysia pun gagal berbuah gol, setelah kiper lawan sigap menepis bola.
Ujian Sesungguhnya: Thailand Menanti
Babak semifinal, 25 Juli mendatang, kemungkinan besar mempertemukan Indonesia dengan Thailand—tim yang selalu jadi batu sandungan.
Di sinilah segala persoalan finishing dan kreativitas lini tengah harus selesai. Dua laga terakhir menunjukkan Hokky Caraka dan Jens Raven perlu diasah lagi ketajamannya.
Pelatih Gerald Vanenburg juga harus segera memecahkan teka-teki siapa pengganti Arkhan Fikri yang bisa menyuntikkan kreativitas di lini tengah.
Di bangku cadangan, nama-nama seperti Firman Juliansyah, Dominikus Dion, Robi Darwis, hingga Toni Firmansyah, masih menunggu kepercayaan lebih.
Garuda Muda: Di Antara Harapan dan Tanggung Jawab
Semua angka penguasaan bola, statistik passing, dan shot on target hanyalah angka jika di papan skor tak bertambah gol.
Garuda Muda sudah membuktikan bisa perkasa saat lawan inferior. Sekarang, tantangan nyata menunggu: bisakah Hokky, Raven, Ferarri, dan kawan-kawan tunjukkan tajinya saat hadapi Gajah Perang di laga hidup mati?
Semua sorot mata akan tertuju di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Juli nanti. Akankah Garuda Muda menjawab kritik dengan prestasi? Atau harus pulang membawa segunung catatan evaluasi? Kita tunggu, Garuda Muda!
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































