Koperasi Hambalang Siap Produksi dan Ekspor Olahan Singkong ke Jepang

Koperasi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (memegang mic) bersama jajaran pejabat, tokoh masyarakat, dan perwakilan BUMN saat menghadiri peluncuran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (21/7/2025). Foto : timetoday.id/Amelia Aziziah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menjadi pusat penggerak ekonomi rakyat berbasis komoditas lokal, khususnya singkong.

Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri peluncuran KDMP yang digagas pemerintah daerah bersama sejumlah BUMN dan mitra strategis lainnya, Senin (21/7/2025).

“Ini daerah bukan penghasil beras, tapi penghasil singkong. Saya dorong KDMP menjadikan singkong sebagai komoditas unggulan dan kekuatan ekonomi rakyat ke depan,” ujarnya.

Menurut Dedi, koperasi desa memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah. Ia menyebut saat ini seluruh kelurahan dan desa di Jawa Barat, yang berjumlah 5.927, telah memiliki koperasi aktif.

“Dan seluruh pembiayaannya sudah lunas, Pak (Prabowo),” tambahnya saat menyampaikan laporan di hadapan tamu undangan.

Dedi juga mengapresiasi antusiasme warga terhadap keberadaan KDMP Hambalang. Ia menyebut koperasi tersebut mampu memberikan kepastian harga bagi sejumlah kebutuhan pokok, seperti LPG, pupuk, minyak goreng, hingga akses layanan kesehatan.

“Dokter umum sudah ada di klinik. Mudah-mudahan ke depan bisa tersedia dokter spesialis juga,” katanya.

Ia turut menyambut baik nama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menurutnya kini makin dikenal luas di Jawa Barat.

“Di Jawa Barat ini KDM sudah populer. Sekarang ditambah P, jadi lengkap. Bisa jadi ‘P’ itu Pak Prabowo,” selorohnya.

Sementara itu, Ketua KDMP Hambalang Cecep Muftahudin menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak. Ia menyebut KDMP telah bekerja sama dengan sejumlah BUMN, seperti Pupuk Indonesia, Pertamina, Bulog, Pos Indonesia, serta instansi di bidang kesehatan.

Ke depan, KDMP akan mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian lokal, khususnya singkong. Cecep juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan calon mitra dari Jepang untuk ekspor produk.

“Alhamdulillah sekarang kami kedatangan tamu dari Jepang yang akan membantu memasarkan hasil komoditas pertanian kami. Selanjutnya, produk akan diolah sendiri oleh koperasi,” ujar Cecep.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Pemkab Bogor dan IPB University Terus Tingkatkan Sinergi Bangun Kabupaten Bogor

Follow dan Baca Artikel lainnya di  atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel