Ngaku Teman Orang Tua, Bocah SD di Cibinong Nyaris Jadi Korban Pencoleng

SD di Cibinong
Foto : Ilustrasi.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Hari itu seharusnya menjadi siang biasa bagi AMR (10), siswa kelas tiga salah satu Sekolah Dasar atau SD di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun perjalanan pulangnya dari sekolah, Jumat (18/7/2025), justru nyaris berujung petaka.

Anak laki-laki itu hampir menjadi korban pencoleng. Beruntung, ia berhasil melarikan diri dan kini telah mendapatkan pendampingan pihak kepolisian.

Ketua RT 02/01 Sukahati, Azis Lamajido, menceritakan, AMR biasanya pulang berjalan kaki karena kedua orang tuanya sibuk berdagang ayam potong di pasar. Sekitar 500 meter dari sekolah, di dekat sebuah masjid, AMR dihampiri seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

“Korban sudah berada sekitar hampir 500 meter dari sekolah, sudah arah jalan pulang, jalan kaki memang orang tuanya sibuk bekerja dan dagang sehingga tidak bisa jemput anaknya,” ujar Azis kepada timetoday.id, Jumat (18/7/2025).

Pria itu mengaku sebagai teman orang tua AMR dan menawarkan tumpangan pulang. Tak hanya itu, korban juga sempat dibujuk dengan iming-iming uang. Namun saat AMR mulai curiga, situasi berubah mencekam.

“Sempat dipukul perutnya, terus ada senjata tajam, korban diancam juga,” ungkap Azis.

Korban akhirnya dibawa ke suatu tempat yang belum diketahui pasti, namun sempat berhenti di sekitar warung soto Boyolali. Saat pelaku lengah, AMR menunjukkan keberanian yang luar biasa, ia melompat turun dari kendaraan dan berlari menyelamatkan diri. Warga sekitar yang melihat lalu menolong dan mengarahkan korban ke pengurus lingkungan setempat.

“Pelaku berhenti di suatu tempat, jadi belum jelas itu rumahnya atau apa, sedang dalam olah TKP. Pada saat berhenti, korban langsung melarikan diri,” jelas Azis.

Berdasarkan informasi sementara, diduga pelaku berjumlah tiga orang dengan dua sepeda motor.

“Penculikan menggunakan kendaraan bermotor. Pelaku berjumlah tiga orang dan dua kendaraan,” ujar Azis.

Kini kasus tersebut telah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kabupaten Bogor. Azis menambahkan, dirinya juga ikut mendampingi proses laporan di Polres.

“Sudah, saya lagi di Polres. Sekarang masih di unit PPA, sudah buat laporan dan sedang olah TKP,” tuturnya.

Kondisi AMR saat ini disebut masih trauma, namun sudah dapat diajak berbicara. Pihak kepolisian juga telah mengantongi keterangan awal untuk mengungkap identitas para pelaku.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Polres Bogor Ipda Yulista Mega Stefani Lista membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Anak yang ada di media sosial Instagram sudah ada di ruangan PPA, dan saat ini Kepolisian hendak melaksanakan cek TKP,” ujar Yulista.

Yulista menambahkan, proses pendalaman kasus masih terus berjalan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Pelantikan Pejabat atau Ritual Gaib? Wartawan Hanya Bisa Motret Pagar

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel