Tarif Impor 30 Persen, Uni Eropa Siapkan Serangan Balik ke Trump

Tarif impor
ilustrasi Tarif Impor 30 Persen, Uni Eropa Siapkan Serangan Balik ke Trump (istock)
TIMETODAY.IDTarif impor dari Amerika Serikat yang kembali melonjak di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump memantik respons keras dari mitra dagangnya di seberang Atlantik. Kali ini, Uni Eropa menegaskan tak akan tinggal diam jika kebijakan tarif 30% yang diumumkan Trump benar-benar diterapkan.
Tarif baru ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Sementara itu, di Brussels, para pejabat Uni Eropa terus memantau jalannya negosiasi yang disebut-sebut bisa menjadi penentu arah hubungan dagang kedua blok ekonomi besar dunia ini.
“Negara-negara anggota Uni Eropa sepakat bahwa blok yang beranggotakan 27 negara tersebut perlu membalas jika negosiasi perdagangan dengan AS gagal,” ujar Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic, dikutip Reuters, Rabu (16/7/2025).
Langkah pembalasan memang sudah dipertimbangkan matang. Uni Eropa tak ingin dihadapkan pada beban tarif tinggi sendirian. Apalagi, sejak April 2025, AS telah menerapkan tarif dasar 10% untuk sebagian besar barang, yang kini terancam naik tiga kali lipat.
Di sisi lain, Amerika juga masih terus membuka pintu perundingan dengan negara-negara lain demi menghindari eskalasi lebih jauh. Laporan Yale Budget Lab bahkan memperkirakan rata-rata tarif efektif AS akan melonjak ke level 20,6%—jauh di atas rerata 2% hingga 3% yang berlaku sebelum
Trump kembali ke Gedung Putih awal tahun ini. Meski ada pergeseran konsumsi yang diprediksi sedikit menekan tarif ke 19,7%, angka ini tetap tercatat sebagai yang tertinggi sejak era Depresi Besar pada 1933.
Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah merasakan dampak strategi dagang baru Trump. Ia meneken kesepakatan yang mirip dengan pakta serupa bersama Vietnam: tarif ekspor ke AS dipatok sekitar dua kali lipat dari tarif dasar 10%, dengan kompensasi pembebasan bea untuk ekspor barang-barang asal AS.
Kesepakatan itu juga mengandung klausul penalti bagi praktik transhipment barang dari Tiongkok lewat Indonesia, serta janji pembelian sejumlah produk Amerika.
“Mereka akan membayar 19% dan kami tidak akan membayar apa pun. Kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia dan kami memiliki beberapa kesepakatan yang akan diumumkan,” kata Trump.
Lewat platform Truth Social, Trump membocorkan bahwa Indonesia sepakat membeli produk energi AS senilai US$ 15 miliar, produk pertanian US$ 4,5 miliar, hingga 50 unit pesawat Boeing. Meski begitu, belum ada rincian tenggat waktu untuk realisasi pembelian tersebut.
Data perdagangan menunjukkan, ekspor AS ke Indonesia sempat naik 3,7% pada tahun lalu, sementara impor dari Indonesia tumbuh 4,8%, menyisakan defisit perdagangan barang hampir US$ 18 miliar bagi AS. Produk utama yang membanjiri pasar Amerika dari Indonesia antara lain minyak kelapa sawit, peralatan elektronik seperti router dan sakelar data, alas kaki, ban mobil, karet alam, hingga udang beku.
Sementara deadline kian dekat, pertaruhan kebijakan tarif ini menjadi penentu: apakah diplomasi dagang Trump akan kembali memicu ketegangan global atau membuka babak baru negosiasi lintas benua.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Trump Kembali Usik Venezuela, Sebut Dirinya Presiden Sementara

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel