TIMETODAY.ID, BOGOR – Kalau biasanya debt collector datang bawa surat tagihan, yang satu ini justru bawa laporan evakuasi ular. Kamis (10/7/2025), Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor dan sebuah ambulans swasta mendadak jadi korban prank debt collector atau penangih utang di Bukit Waringin, Bojonggede.
Awalnya, Damkar menerima laporan seperti biasanya, ada ular nyasar, disertai foto dan alamat lengkap. Seperti biasa, petugas bergegas ke lokasi. Namun, ternyata yang diselamatkan bukan warga, melainkan kehormatan pinjol yang gagal menagih utang.
“Damkar awalnya nerima laporan seperti biasa, nah si pelaku ini ngirim foto ular dan alamat lengkapnya dan ternyata pas kami sampe sana fiktif,” ujar Komandan Regu Rescue I Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto, Jumat (11/7/2025).
Begitu tiba di rumah yang disebutkan, petugas disambut… keheningan. Rumah kosong. Tidak ada ular, tidak ada pemilik rumah. Mungkin cuma ada angin sepoi-sepoi dan rasa bingung.
“Rumah si pelapor itu enggak ada orangnya si pemilik rumah itu, terus setelah diperdalam itu yang fiktif lapornya itu dari si pinjol (DC) ini ke damkar,” katanya.
Ya, ternyata laporan itu berasal dari oknum debt collector pinjaman online yang frustrasi karena si pemilik rumah sulit dihubungi. Demi mempercepat proses penagihan, mereka pun memanggil bala bantuan dalam wujud Damkar dan ambulans.
“Bahwasannya si pemilik rumah ini sulit dihubungi, terus si pinjol ini inisiatif hubungi damkar dan damkar datang ke lokasi. Jadi, bukan hanya damkar yang datang, ambulans juga datang,” jelas Arman.
Menurut Arman, Damkar dan ambulans ibarat duet maut yang dikirim oleh DC demi menggedor pintu utang.
“Iya berdua, ambulans swasta perorangan,” katanya.
Setelah disisir, jelas tak ada ular, tak ada pasien. Warga sekitar sempat panik, mengira ada insiden besar.
“Gak ada, fiktif itu. Kita disuru datang ke lokasi, nah warga jadi panik tuh nanya-nanya ada apa nih gitu,” ucap Arman.
Yang lebih menarik, si pelaku rupanya bukan pendatang baru di dunia laporan fiktif. Berdasarkan investigasi ala aplikasi Get Contact, nama sang debt collector pernah muncul terkait kasus serupa di Jakarta.
“Itu pas diliat lewat get contact itu kayak pernah nipu damkar Jakarta, di tagarnya gitu,” jelas Arman.
Soal tindak lanjut hukum, sementara ini Damkar memilih menunggu arahan pimpinan. Polisi juga belum turun tangan.
“Belum, polisi gak bisa ambil keputusan sendiri harus ada arahan dari pimpinan saya. Yang jelas mah damkar sudah sesuai tupoksinya datang ke lokasi dikirim alamat lengkap,” tambahnya.
Namun Arman mengingatkan, aksi seperti ini bukan sekadar iseng, melainkan penipuan yang ancamannya sampai 10 tahun penjara.
“Iya itu masuknya penipuan, palsu laporan fiktif,” tegasnya.
Terakhir, Arman mengimbau masyarakat apabila melapor, pastikan benar-benar butuh bantuan, bukan buat nge-prank dengan dalih tagihan pinjol.
“Saya harap warga jangan main-main lah sama laporan fiktif, apalagi sampai bawa-bawa Damkar dan ambulans,” tutupnya.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































