Mengintip Aksi BKSDA Tangkap Buaya Pemangsa Kakek di Semaka

BKSDA
Buaya muara sepanjang 4,5 meter ditangkap tim BKSDA di Semaka, Tanggamus, usai memangsa warga. (Foto: BKSDA Bengkulu-Lampung)
TIMETODAY.ID — Suasana mencekam yang sempat menghantui warga Pekon Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, akhirnya sedikit mereda. Seekor buaya muara berukuran raksasa berhasil ditangkap tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung pada Kamis malam (3/7/2025), tepat pukul 21.00 WIB.
Penangkapan ini menjadi penutup dari rentetan kabar duka yang mengguncang warga, setelah seekor buaya diketahui menerkam seorang kakek berusia 80 tahun saat sedang mandi di sungai. Tragedi tersebut memicu ketakutan mendalam di kalangan warga yang tinggal dekat aliran sungai.
Buaya sepanjang 4,5 meter itu ditangkap dengan perangkap kolong yang dipasang di sekitar lokasi insiden. Metode ini dianggap efektif karena memanfaatkan umpan hidup—seperti bebek dan ayam—serta bangkai hewan untuk menarik predator mendekat ke area jebakan.
Aksi penangkapan dipimpin langsung oleh Yuliar, kepala tim khusus BKSDA. Ia turun bersama tiga personel lainnya dan dibantu warga setempat. Tindakan cepat ini dilakukan menindaklanjuti laporan resmi yang diajukan Camat Semaka, Syafrizal, dan Kepala Pekon Sripurnomo, Ilmudin, usai insiden nahas yang sempat menggegerkan warga.
Kini buaya pemangsa tersebut sudah diamankan ke lokasi penampungan sementara. Pihak BKSDA akan melakukan observasi dan evaluasi mendalam untuk menentukan langkah selanjutnya: apakah buaya akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang lebih aman, atau dipindahkan ke pusat konservasi khusus.
Meski satu ekor berhasil ditangkap, BKSDA tetap mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai—terutama di waktu pagi dan sore hari, yang dikenal sebagai waktu aktif buaya berburu.
Warga diminta tetap berhati-hati dan menjaga jarak aman dari sungai, terutama pada pagi dan sore hari saat buaya aktif berburu, pesan Yuliar, seperti dikutip dari iNews.id.
Peringatan ini menjadi pengingat agar tragedi serupa tidak terulang, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk hidup berdampingan dengan satwa liar tanpa mengorbankan keselamatan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  MTI Minta Pemerintah Perluas Manfaat Mobil Nasional untuk Rakyat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel