TIMETODAY.ID — Banyak orang masih beranggapan gangguan paru-paru hanya akrab dengan usia senja. Padahal, melemahnya fungsi paru-paru juga bisa dialami siapa saja, termasuk mereka yang masih muda.
Fungsi paru-paru sendiri berperan vital untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Dikutip dari Continental Hospitals, ketika fungsi paru menurun, tubuh kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup, meski gejalanya sering kali samar. Karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak awal bisa jadi langkah penyelamatan.
Tanda-tanda Paru-paru Melemah di Usia Muda
Beberapa gejala berikut patut diwaspadai:
1️. Batuk Kronis
Batuk lebih dari delapan minggu bukan sekadar batuk biasa. Menurut American Lung Association, batuk lama bisa mengindikasikan masalah serius di saluran pernapasan, mulai dari asma hingga bronkitis.
2️. Sering Sesak Napas
Kalau napas terasa berat hanya karena naik tangga atau beraktivitas ringan, bisa jadi ini sinyal paru-paru bekerja ekstra keras.
3️. Mengi
Suara napas berbunyi atau berdesis menunjukkan adanya penyempitan saluran udara. Biasanya ini dialami penderita asma, PPOK, atau alergi berat.
4️. Batuk Berdarah
Kalau batuk sampai mengeluarkan darah, artinya ada masalah di paru-paru atau saluran pernapasan. Segera periksa ke dokter!
5️. Nyeri Dada Berkepanjangan
Nyeri di dada yang makin parah saat menarik napas atau batuk bisa jadi penanda aliran udara di paru-paru terhambat atau ada peradangan.
6️. Mudah Lelah
Paru-paru yang lemah berarti pasokan oksigen ke otot dan otak berkurang. Akibatnya, tubuh gampang lelah dan susah konsentrasi.
Penyebab Paru-paru Melemah
Banyak hal bisa jadi biang kerok turunnya fungsi paru-paru, seperti:
-
PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)
-
Asma
-
Fibrosis paru
-
Infeksi (pneumonia, tuberkulosis)
-
Kebiasaan merokok
-
Paparan polusi udara
-
Sisa kerusakan akibat COVID-19
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru?
Berikut lima langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari:
-
Stop Merokok
Rokok jadi musuh utama paru-paru. Begitu berhenti, tubuh akan memperbaiki diri dalam hitungan jam, dan risiko penyakit pun turun seiring waktu.
-
Rajin Bergerak
Olahraga rutin membantu paru-paru bekerja lebih kuat dan efisien. Bonusnya, jantung juga lebih sehat.
-
Makan Sehat & Cukup Minum
Nutrisi seimbang mendukung proses pembakaran energi dengan bantuan oksigen. Air putih juga membantu lendir di paru tetap encer, sehingga napas lega.
-
Jaga Kebersihan
Rajin cuci tangan atau gunakan hand sanitizer untuk mencegah infeksi yang bisa menyerang paru-paru.
-
Latihan Pernapasan Dalam
Teknik napas dalam bermanfaat meningkatkan kapasitas paru-paru dan menambah daya tahan tubuh. Plus, latihan ini juga bikin pikiran lebih rileks.
Jadi, jangan tunggu tua untuk peduli dengan kesehatan paru-paru. Kenali tandanya, hindari risikonya, dan rawat napas Anda mulai sekarang!
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































