TIMETODAY.ID — Menambang emas dari limbah HP bekas tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya merupakan inovasi penting yang menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Limbah elektronik, khususnya papan sirkuit cetak dari ponsel, mengandung logam mulia seperti emas dalam jumlah kecil, sekitar 200–900 miligram per kilogram papan sirkuit.
Namun, metode tradisional ekstraksi emas biasanya menggunakan bahan kimia beracun seperti sianida dan merkuri yang berisiko tinggi bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Para peneliti dari Flinders University, Australia, berhasil mengembangkan metode baru yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan reagen pelindi berbasis asam trikloroisosianurat, senyawa yang umum dipakai untuk disinfeksi air dan tergolong berkelanjutan.
Metode ini memungkinkan pelarutan dan ekstraksi emas dari limbah elektronik tanpa bergantung pada bahan kimia berbahaya, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan pekerja ekstraksi.
Selain itu, ada juga metode adsorpsi kimia yang sederhana dan biaya terjangkau, yang dapat memisahkan emas dari limbah elektronik secara efektif tanpa menggunakan bahan berbahaya.
Metode ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memanfaatkan nilai ekonomi dari logam mulia yang terkandung dalam e-waste.
Penelitian lain mengaplikasikan teknik membran cair emulsi yang efektif dalam mengekstraksi emas dari papan sirkuit telepon genggam.
Teknik ini bekerja dengan memisahkan logam emas secara selektif melalui membran tipis, menghasilkan ekstraksi emas dengan tingkat keberhasilan hingga 83,24% tanpa menggunakan merkuri atau sianida yang berbahaya.
Keunggulan metode-metode baru ini adalah:
-
Ramah lingkungan: Menghindari penggunaan bahan kimia toksik yang dapat mencemari air dan tanah.
-
Aman bagi pekerja: Mengurangi risiko paparan zat beracun selama proses ekstraksi.
-
Efisien dan ekonomis: Memanfaatkan limbah elektronik sebagai sumber emas yang berharga dan melimpah.
-
Mendukung keberlanjutan: Menjadi solusi daur ulang logam mulia yang mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi sampah elektronik.
Dengan semakin meningkatnya jumlah limbah elektronik di seluruh dunia, inovasi ekstraksi emas tanpa bahan kimia berbahaya ini menjadi terobosan penting.
Selain menjaga kelestarian lingkungan, teknologi ini membuka peluang baru dalam pengelolaan limbah elektronik yang lebih bertanggung jawab dan menguntungkan secara ekonomi.
Kesimpulannya, menambang emas dari limbah HP bekas tanpa bahan kimia berbahaya bukan hanya mungkin, tapi juga menjadi langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi di era digital saat ini.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































