Bukan Akhir, Hanya Jeda: Daniel Marthin Menata Ulang Mimpinya di Lapangan

(Gambar: PBSI)
Daniel Marthin (Gambar: PBSI)
TIMETODAY.ID — Tepat di tengah sengitnya pertandingan Grup D Piala Sudirman 2025, Daniel Marthin, andalan ganda putra Indonesia, harus menelan kenyataan pahit.
Saat berduet dengan Muhammad Shohibul Fikri menghadapi pasangan Denmark, Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen, sebuah lompatan yang salah mendarat membuat lutut kirinya terkilir.
Momen itu menjadi awal dari babak baru dalam karier atlet yang akan genap 23 tahun akhir Juli nanti—babak penyembuhan dan pemulihan.
Federasi Bulutangkis Indonesia (PBSI) langsung bergerak cepat. Bersama tim dokter Pelatnas, berbagai opsi tindakan medis dijajaki demi memulihkan sang juara Indonesia Masters 2024 tersebut.
Dua alternatif sempat masuk meja diskusi: satu besar dan satu kecil. Namun semuanya butuh waktu untuk dipertimbangkan secara matang.
Setelah melewati berbagai pertimbangan medis, keputusan akhirnya diambil. Daniel menjalani prosedur bedah bernama Arthroscopy Debridement—tindakan minimal invasif untuk memperbaiki sendi lutut yang mengalami peradangan dan kerusakan.
“Daniel Marthin sudah melakukan tindakan Arthroscopy Debridement lutut kiri yaitu prosedur bedah minimal invasif yang dilakukan untuk membersihkan atau memperbaiki sendi lutut yang mengalami kerusakan atau peradangan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, dalam pernyataan tertulis yang dirilis Kamis (26/6/2025).
Meski operasinya telah dilakukan, perjalanan Daniel belum selesai. Proses pemulihan masih panjang, mencakup waktu tunggu untuk membuka jahitan, dilanjutkan fisioterapi, hingga latihan penguatan otot.
“Butuh waktu sekitar 1-2 minggu untuk membuka jahitan dan setelah itu bisa dilakukan fisioterapi. Total diperkirakan tiga bulan untuk bisa kembali latihan di lapangan namun harus bertahap,” jelas Eng Hian lagi.
Tiga bulan memang bukan waktu yang singkat, terutama bagi atlet yang terbiasa hidup dalam ritme latihan dan kompetisi. Tapi bagi Daniel, ini adalah masa untuk bangkit dan kembali lebih kuat.
Ia tak sekadar menjalani penyembuhan fisik—tetapi juga perjalanan mental seorang atlet yang belajar menerima, bersabar, dan tetap percaya diri menatap masa depan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  PBSI Fajar Alfian Resmi Menikah, Siap Jalani Rumah Tangga dengan Pola LDM Jakarta–Bandung

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel