Kebakaran Besar Landa Pulau Chios, 7 Desa Dievakuasi

Kebakaran
Kebakaran hutan yang bergerak menuju desa Agios Georgios di pulau Chios, Yunani, pada 23 Juni 2025. (Dimitris Tosidis / AFP)
TIMETODAY.ID — Di balik birunya Laut Aegea yang biasanya menenangkan, asap kelabu kini menggulung langit Pulau Chios, Yunani. Sudah empat hari lamanya api melahap lebih dari 4.000 hektar lahan di pulau terbesar kelima di negara itu. Api yang menyala sejak Minggu (22/6) hingga kini masih berkobar, meski dikabarkan mulai melambat.
Kebakaran belum dapat dipadamkan tetapi aktivitasnya menurun,” ungkap seorang pejabat pemadam kebakaran kepada AFP, seperti dikutip Kamis (26/6/2025).
Lima titik api masih menyala di berbagai penjuru pulau, mayoritas di bagian selatan. Di sana, medan terjal dan angin kencang memperparah kerja lebih dari 400 petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan bersama 85 kendaraan, tujuh helikopter, dan empat pesawat pengebom air.
Puntung Rokok dan Percikan Malapetaka
Di tengah upaya pemadaman, muncul kabar mengejutkan. Seorang perempuan asal Georgia yang bekerja sebagai petugas kebersihan ditangkap pada Selasa (24/6) setelah mengakui telah membuang puntung rokok sembarangan—yang diduga menjadi pemicu utama kebakaran besar ini. Polisi dan dinas pemadam membenarkan laporan itu.
Evakuasi Massal dan Ancaman terhadap Warisan Dunia
Kebakaran bukan hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga memaksa ratusan pencari suaka dievakuasi dari pusat penerimaan yang terletak di jalur api. Tidak hanya itu, tujuh desa di sekitar area terdampak juga harus dikosongkan pada Senin (23/6).
Yang paling dikhawatirkan kini adalah keselamatan ladang pohon Mastic (damar wangi), sumber bahan aromatik yang digunakan dalam pembuatan permen karet, minuman keras, hingga obat-obatan. Ladang Mastic bukan sekadar lahan komersial, tetapi juga kebanggaan budaya yang telah tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Musim Panas, Musim Terbakar
Tragedi ini menambah panjang daftar kebakaran hutan yang kian menjadi ancaman rutin di Yunani setiap musim panas. Kombinasi suhu tinggi, kekeringan ekstrem, dan angin kencang menjadikan negara ini sangat rentan—fenomena yang makin diperparah oleh perubahan iklim global.
Badan cuaca memperkirakan gelombang panas akan melanda Yunani dalam beberapa hari mendatang, dengan suhu diperkirakan menembus 40°C, termasuk di ibu kota Athena.
Di Pulau Chios, api mungkin akan padam suatu saat nanti. Namun bekas luka di tanah, udara, dan jiwa warganya akan tersisa. Dan pertanyaan tentang bagaimana dunia menanggapi iklim yang berubah semakin mendesak untuk dijawab—sebelum semua yang berharga berubah jadi abu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Si Jago Merah Lahap Toko Mebel di Jombang, Bahan Produksi dan Mobil Lenyap

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel