
TIMETODAY.ID, BOGOR – Kapolda Jabar (Jawa Barat), Irjen Pol. Rudi Setiawan, meresmikan dua pos pelayanan lalu lintas baru di Kabupaten Bogor, Selasa (17/6/2025). Kedua pos tersebut adalah Pos Hoegeng yang berada di Simpang Gadog dan Pos Subianto di kawasan Sentul.
Kehadiran dua pos ini merepresentasikan semangat baru dalam pelayanan publik berbasis teknologi dan nilai-nilai keteladanan Polri.
Rudi menyebut, pembangunan dua pos tersebut dilatarbelakangi kebutuhan akan fasilitas modern guna meningkatkan pelayanan dan pengaturan lalu lintas, khususnya di jalur wisata yang padat seperti Puncak dan Sentul.
“Ini diharapkan dapat membantu atau memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di bidang lalu lintas, baik ke arah Sentul maupun ke Puncak dari Gadog dan satu lagi Jalan Jenderal Hoegeng,” ujar Rudi.
Tidak sembarangan, Kapolda memberi nama dua pos tersebut berdasarkan dua tokoh legendaris dalam tubuh Polri, yakni Hoegeng Iman Santoso dan Subianto. Nama-nama itu, kata Rudi, dipilih sebagai pengingat akan pentingnya integritas dan pengabdian tulus seorang anggota kepolisian dalam melayani masyarakat.
“Banyak menginspirasi, diharapkan nanti polisi-polisi yang berada di dua bangunan tersebut dan masyarakat yang berjalan di jalan Hoegeng ini menjadi orang yang terinspirasi dengan integritas, pelayanan dan kesederhanaan,” jelasnya.
Pos Hoegeng kini dilengkapi pusat kendali lalu lintas (command center) yang dapat memantau arus kendaraan secara real-time dari Gadog hingga kawasan Puncak. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini terhadap kemacetan, kecelakaan, atau gangguan keamanan, serta koordinasi cepat antarwilayah.
“Bila terjadi kecelakaan, kemacetan, gangguan kriminal lainnya itu termonitor, sehingga segera dapat diselesaikan. Kemudian juga terkoneksi dengan yang lain, seperti Cianjur dan semuanya,” ujar Rudi.
Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menambahkan bahwa kedua pos kini tidak hanya berfungsi sebagai titik pengaturan lalu lintas, tetapi juga menyediakan akses layanan publik, termasuk unit layanan SIM keliling.
“Jadi, mobilnya akan datang ke sini. Nanti kita akan koordinasi dengan PLN membangun dua SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di samping masjid,” kata Rio.
Rio mengungkapkan bahwa ide pembangunan pos ini muncul dari keprihatinannya terhadap kondisi pos lama yang dianggap tidak layak dan tidak manusiawi bagi para personel yang bertugas.
“Saya melihat anggota kehujanan terus, kemudian di sini susah tidur dan lain-lain. Daripada seperti itu, saya sedih melihat representatifnya pos yang lama,” tuturnya.
Ia menambahkan, pos di Simpang Gadog sebelumnya telah berdiri sejak tahun 1988, dan hampir empat dekade kemudian, pembenahan akhirnya dilakukan.
“Saya bertanya ke anggota, dari tahun 1988 berdiri, kurang lebih 37 tahun kami membangun dengan segala kekurangannya, kemudian terbangunlah ini,” tutup Rio.
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































