Capek Terus Meski Sudah Istirahat? Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes

capek
Ilustrasi lelah (istock)

TIMETODAY.ID —Rasa capek setelah beraktivitas mungkin sering dianggap sepele. Tapi bagaimana jika tubuh terus-menerus terasa lelah, meski sudah cukup tidur dan makan? Bisa jadi, ini bukan kelelahan biasa—melainkan sinyal awal dari kondisi pradiabetes.

Diabetes mellitus atau kencing manis dikenal sebagai penyakit yang muncul diam-diam. Salah satu gejala awal yang sering terabaikan adalah rasa lelah berkepanjangan. Padahal, rasa capek itu bisa menjadi petunjuk awal bahwa tubuh sedang kesulitan mengatur gula darah.

“Sel-sel tubuh kita butuh glukosa sebagai sumber energi. Tapi pada diabetes, glukosa tidak bisa masuk ke sel karena masalah pada insulin,” tulis Medical News Today dalam laporannya. Akibatnya, tubuh seperti mesin tanpa bahan bakar—melemah, letih, dan tak bertenaga.

Advertisement

Masalahnya, pada kondisi pradiabetes, gejalanya kerap tak terasa sama sekali. American Diabetes Association menegaskan, “Tidak ada gejala spesifik yang bisa diamati pada pradiabetes. Cara satu-satunya untuk memastikan adalah lewat pemeriksaan laboratorium.”

Baca Juga :  Lemon Bukan yang Tertinggi, Ini Daftar Makanan Kaya Vitamin C

Namun, beberapa tanda fisik bisa menjadi petunjuk awal, seperti kulit menggelap di leher, ketiak, atau selangkangan, serta perubahan berat badan yang tak bisa dijelaskan.

Capek Seperti Apa yang Patut Diwaspadai?

Capek pada penderita pradiabetes maupun diabetes bisa muncul dalam berbagai bentuk. Berikut penjelasan Healthline mengenai gejala yang layak dicurigai:

  1. Cepat Lapar dan Letih (Polifagia)
    Karena glukosa gagal masuk ke sel, tubuh tidak mendapat energi cukup. Akibatnya, tubuh terus-menerus merasa lapar dan lelah, meski sudah makan.

  2. Cepat Haus dan Lemas (Polidipsi)
    Gula darah tinggi membuat ginjal bekerja ekstra untuk membuang kelebihan gula lewat urine. Dampaknya, tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga memicu rasa haus berlebihan dan kelelahan.

  3. Berat Badan Turun Tanpa Sebab
    Saat tubuh kekurangan glukosa, ia akan membakar cadangan lemak dan bahkan otot sebagai sumber energi alternatif. Inilah penyebab penurunan berat badan drastis tanpa diet atau olahraga.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Diabetes?

Kabar baiknya, kondisi pradiabetes bisa dicegah berkembang menjadi diabetes. Caranya? Modifikasi gaya hidup.

Baca Juga :  Cegah Diabetes Selama Puasa: Tips Sehat yang Harus Anda Lakukan

Menurut American Diabetes Association, dua langkah sederhana bisa sangat efektif:

  1. Turunkan Berat Badan Secara Bertahap
    Penurunan berat badan 5–7 persen dari total berat bisa menurunkan risiko diabetes hingga 60 persen.

  2. Rajin Berolahraga
    WHO merekomendasikan olahraga intensitas sedang minimal 150 menit per minggu—cukup 30 menit sehari selama 5 hari. Aktivitas ini akan membantu tubuh lebih responsif terhadap insulin.

Capek memang bisa disebabkan banyak hal. Tapi jika disertai rasa haus, lapar berlebihan, sering buang air kecil, atau turunnya berat badan tanpa sebab, jangan ragu untuk memeriksakan kadar gula darah. Bisa jadi, itu alarm halus tubuh yang meminta perhatian lebih.

Sebelum gula darah benar-benar “meledak”, langkah kecil hari ini bisa menyelamatkan hari esok.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel