TIMETODAY.ID — Apa yang biasanya Anda lakukan saat si kecil terbangun di tengah malam? Banyak orang tua spontan langsung menghampiri, memeluk, menepuk-nepuk, atau bahkan memberikan susu. Padahal, cara seperti ini bisa jadi kurang tepat—dan justru berdampak negatif terhadap pertumbuhan anak.
Jam Tidur Malam: Waktu Emas Pertumbuhan Anak
Menurut dr. Ian Suryadi Setja, Sp.A dari Tzu Chi Hospital, jam antara 23.00 hingga 02.00 WIB adalah fase tidur penting bagi anak karena di saat inilah hormon pertumbuhan diproduksi secara maksimal.
“Hormon ini sangat vital. Ia berperan menambah tinggi badan, memperbaiki jaringan, mengatur metabolisme, sampai membentuk otot dan lemak,” kata dr. Ian dalam diskusi media di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Tapi, produksi hormon ini sangat sensitif terhadap interupsi. Memberi ASI atau susu di jam tersebut justru bisa mengganggu kerja hormon yang sedang aktif-aktifnya.
Jangan Panik, Jangan Langsung Disamperin
Banyak orang tua mengira anak terbangun karena lapar, padahal tidak selalu demikian. Menurut dr. Ian, jika si kecil sudah makan cukup dan tidak sedang sakit, kemungkinan besar ia bangun hanya karena bagian dari siklus tidur alami.
“Coba biarkan dulu selama 2–5 menit. Banyak anak bisa tidur kembali dengan sendirinya tanpa perlu bantuan,” jelasnya.
Yang sebaiknya tidak dilakukan saat anak terbangun:
-
Memberi ASI atau susu tanpa benar-benar memastikan ia lapar
-
Menepuk-nepuk, memeluk, atau berbicara dengan suara lembut
-
Menyalakan lampu atau membuat suara
Lalu Apa yang Harus Dilakukan?
Orang tua dianjurkan untuk:
-
Menunggu sejenak, lihat apakah anak bisa tidur lagi sendiri
-
Jika tetap menangis, tenangkan tanpa stimulasi berlebihan
-
Hanya beri susu jika anak benar-benar terlihat lapar
Kunci utamanya adalah memastikan tidur anak tidak terganggu. Karena kualitas tidur malam yang dalam dan konsisten punya efek jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, terutama tinggi badan dan fungsi metabolisme.
Tips Menjaga Tidur Nyenyak Anak:
Pastikan anak makan cukup sebelum tidur
Ciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman
Bangun rutinitas tidur yang konsisten tiap malam
Hindari interaksi fisik atau verbal jika tidak diperlukan saat anak terbangun
Kesimpulannya?
Biarkan anak belajar tidur sendiri tanpa terlalu banyak bantuan. Karena bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal hormon pertumbuhan yang bekerja diam-diam di balik tidur nyenyak mereka. Jadi, jika si kecil tiba-tiba membuka mata tengah malam, tenang dulu. Bisa jadi tubuhnya hanya sedang mengatur ulang siklus tidur.
Ingat, tidur nyenyak adalah investasi pertumbuhan yang tak tergantikan.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































